Ketimpangan Penerima MBG Disorot, Banyak yang Tidak Membutuhkan Bantuan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami masalah ketepatan sasaran. Setelah keracunan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Prof Burhanuddin Muhtadi menyoroti ratusan sekolah swasta yang tidak membutuhkan bantuan, termasuk institusi elite di Jakarta. Pemerintah mempertimbangkan mengurangi penerima MBG hingga delapan juta orang, padahal masyarakat yang membutuhkan belum terjangkau. Survei Indikator Politik Indonesia menemukan 58,2% rumah tangga dengan anak menerima MBG, namun distribusinya belum sepenuhnya mengikuti tingkat kebutuhan. Presiden Prabowo Subianto menekankan MBG sebagai hak anak dan bentuk penghormatan terhadap martabatnya.
Bagikan
Berita terkait
Masalah MBG Bertubi-tubi, Pemerintah Kejar Target Beres Sebelum...
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 07.40
Sudaryono Minta Bersabar, Belum Mau Buru-Buru Buka Dapur Baru MBG
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 18.15
Sekolah Diliburkan Akibat Kabut Asap Karhutla, MBG Tetap Jalan?
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 18.05
MBG Tetap Dibagikan di Hari Pertama Sekolah Libur karena Karhutla, Ini Alasannya
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 17.34