Ketum GEKRAFT Salatiga Dorong Ekosistem Inklusif dan Akses Global
SINDOnews± 1 menit baca
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dyah Ayu Pitaloka, Ketua DPC GEKRAFT Salatiga, menyampaikan bahwa ekonomi kreatif (Ekraf) tidak selalu membutuhkan modal besar. Potensi Ekraf justru sering kali lahir dari ide sederhana di lingkungan sekitar yang dioptimalkan teknologi. Ia menekankan pentingnya mengubah ide-ide kreatif menjadi produk bernilai ekonomi tinggi melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem Ekraf yang inklusif dan akses global demi pertumbuhan berkelanjutan.
Bagikan
Berita terkait
Di Balik Gemerlap Industri Film, Ada Masalah Finansial yang Belum Tuntas
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 21.10
Membangun Jiwa Wirausaha Digital Siswa melalui Mini Creativepreneur Lab di SMAN 5 Bekasi
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 12.14
Tanggal Keramat Buat Pengguna iPhone, Telat Bisa Rugi Banyak
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 20.15
Buka Ruang Berkarya, Pertamina Bina 428 UMKM di Hari Batik Nasional
CNBC Indonesia · 3 Oktober 2026 pukul 20.59