Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kim Jong Un Tiba-Tiba Beri Ultimatum Perang, Bentrokan Asia Bisa Pecah

Media pemerintah Korea Utara (KCNA) mengkritik keras langkah Amerika Serikat yang memperluas struktur komando U.S. Forces Japan (USFJ). Pyongyang memperingatkan bahwa potensi bentrokan militer di Semenanjung Korea bukan lagi sekadar kemungkinan, melainkan tinggal menunggu waktu.

Peningkatan personel USFJ dikonfirmasi oleh Komandan Letnan Jenderal Stephen Jost kepada surat kabar Jepang Asahi. Markas besar USFJ menambah 215 personel dibandingkan tahun lalu untuk memperkuat fungsi komando dan meningkatkan koordinasi dengan negara sekutu. KCNA menuduh Washington mengubah USFJ menjadi "komando perang" berskala penuh dan mempersiapkan Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) untuk konflik terbuka di kawasan Asia-Pasifik.

KCNA menilai peningkatan kerja sama militer antara AS, Korea Selatan, dan Jepang telah memicu lonjakan ketegangan regional. Pyongyang memperkirakan unit USFJ akan menjadi bala bantuan pertama yang diterjunkan jika konflik pecah. Sebagai respons, Korea Utara menegaskan akan terus mengembangkan kapabilitas nuklir sebagai sarana pencegah. Tajuk rencana ini merupakan publikasi keempat KCNA sepanjang bulan ini yang mengecam kebijakan militer AS, Jepang, dan Korea Selatan.

Berita terkait