Kim Jong Un Tiba-Tiba Beri Ultimatum Perang, Bentrokan Asia Bisa Pecah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Media pemerintah Korea Utara (KCNA) mengkritik keras langkah Amerika Serikat yang memperluas struktur komando U.S. Forces Japan (USFJ). Pyongyang memperingatkan bahwa potensi bentrokan militer di Semenanjung Korea bukan lagi sekadar kemungkinan, melainkan tinggal menunggu waktu.
Peningkatan personel USFJ dikonfirmasi oleh Komandan Letnan Jenderal Stephen Jost kepada surat kabar Jepang Asahi. Markas besar USFJ menambah 215 personel dibandingkan tahun lalu untuk memperkuat fungsi komando dan meningkatkan koordinasi dengan negara sekutu. KCNA menuduh Washington mengubah USFJ menjadi "komando perang" berskala penuh dan mempersiapkan Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) untuk konflik terbuka di kawasan Asia-Pasifik.
KCNA menilai peningkatan kerja sama militer antara AS, Korea Selatan, dan Jepang telah memicu lonjakan ketegangan regional. Pyongyang memperkirakan unit USFJ akan menjadi bala bantuan pertama yang diterjunkan jika konflik pecah. Sebagai respons, Korea Utara menegaskan akan terus mengembangkan kapabilitas nuklir sebagai sarana pencegah. Tajuk rencana ini merupakan publikasi keempat KCNA sepanjang bulan ini yang mengecam kebijakan militer AS, Jepang, dan Korea Selatan.
Bagikan
Berita terkait
Pasukan Korea Utara Perkuat Kekuatan Rusia di Ukraina
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 19.09
Trump Kurangi Latihan Militer dengan Korsel, AS Takut dengan Ancaman Korut?
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 16.08
Trump Pangkas Latihan Militer AS dan Korsel Demi Korut
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 13.38
Qatar Akui Tembak 2 Jet Tempur Su-24, tapi Tak Menangkap 3 Pilot, Terus Siapa yang Menahannya?
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 14.40