Kisah Haru Anak 8 Tahun yang Begitu Merindukan Nabi Muhammad SAW hingga Wafat di Madinah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dalam kisah Maulid Ad-Diba'i, seorang anak berusia sekitar 8 tahun datang kepada Syaikh Abdurrahman Ad-Diba'i, seorang ulama besar asal Yaman, saat rombongan bersiap melakukan perjalanan ziarah ke Madinah. Anak tersebut memohon untuk ikut dalam perjalanan tersebut, namun permintaan itu ditolak oleh Syaikh Ad-Diba'i karena khawatir akan menyulitkan rombongan. Syaikh Ad-Diba'i, yang juga dikenal sebagai penyusun Maulid Ad-Diba'i, lahir pada Muharram 866 Hijriah dan wafat pada 12 Rajab 944 Hijriah. Beliau dikenal memiliki kecintaan besar kepada Nabi Muhammad SAW dan seringkali mengungungkapkan rasa kasihan serta kerinduan kepada Sang Nabi. Kisah ini menjadi saksi nyata bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak hanya dimiliki oleh kalangan orang dewasa, tetapi juga dapat dirasakan oleh anak-anak kecil. Perjalanan ke Madinah yang dilakukan rombongan Syaikh Ad-Diba'i membutuhkan waktu sekitar dua pekan dari Zabid, Yaman. Syaikh Ad-Diba'i dikenal sebagai ulama yang memiliki tutur kata lembut, jujur, dan sangat menghormati ajaran Nabi Muhammad SAW. Kisah ini menjadi bagian dari warisan spiritual yang menginspirasi banyak orang hingga kini.
Bagikan
Berita terkait
Peringatan Maulid Nabi di Kota Tangerang Diwarnai Arak-arakan Gunungan
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 20.19
Aktivitas Blusukan Diky Candra Didukung Anggota DPR RI dan DPD
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 19.56
Tradisi Maulid Nabi di Pesantren Benda Kerep Cirebon Tanpa Pengeras Suara
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 18.43
Mutiara dari Syiar Maulid Nabi untuk Flores yang Terluka
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 18.31