Kisah Remaja Tunanetra di Kudus Hidup dalam Sunyi Pascalumpuh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Turki Firdayanto (17), seorang remaja tunanetra dan lumpuh sejak lahir, hidup di Desa Medini, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Kondisinya disebabkan oleh polio dan komplikasi lain sejak usia dua bulan. Ia tidak dapat berbicara, melihat, atau bergerak, dan hanya bisa terbaring di kasur. Kakek dan neneknya, Rukayah (65), yang merawatnya setiap hari, termasuk memberiny makan, memandikan, dan mengganti pampers. Kejang-kejang tubuhnya terjadi hingga dua kali sehari, yang harus ditenangkan sebelum ia bisa tidur.
Ibu kandungnya, Noor Farida, telah bekerja sebagai TKW di Taiwan selama sepuluh tahun untuk menghidupi keluarga. Pekerjaannya meliputi pekerjaan rumah tangga dan merawat lansia. Farida belum pulang ke Kudus sejak 2016 karena kontrak kerjanya yang terus diperpanjang. Ia berharap suatu hari bisa membeli kursi roda untuk putranya agar kakek dan neneknya lebih mudah menggendongnya saat perlu pindah tempat.
Situasi ekonomi yang sulit dan ketiadaan BPJS Kesehatan dulu membuat Farida kesulitan memperoleh perawatan medis yang memadai untuk Turki. Dokter sempat menyampaikan bahwa kondisi Turki tidak bisa diperbaiki secara signifikan. Keluarga masih membutuhkan bantuan dari pihak terkait untuk mendapatkan kursi roda agar mobilitasnya lebih nyaman.
Bagikan
Berita terkait
Farhan Soroti Transisi Desil 5-6, Minta Warga Rentan Tetap Terlindungi
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 20.01
Sistem Desil Dasar Penerima Bansos, Serikat Pekerja Ragukan Cerminan Kondisi Rill
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 16.59
8 Alasan Orang Menikmati Waktu Sendiri dan Tak Suka Basa-basi
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 15.47
Ternyata Tagihan Listrik hingga Jumlah Anggota Keluarga Bisa Pengaruhi Desil, Ini Penjelasan BPS
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 15.27