Kisah Sejam Bersama Arbas dan Sebuah Pesan: Jangan Pernah Sombong
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9355197/original/098024600_1790080611-Screenshot_2026-09-22_193151.jpg)
Arie Basuki (Arbas) adalah fotografer jurnalistik berpengalaman 20 tahun yang dikenal rendah hati dan tekun. Ia meraih penghargaan honorable mention wilayah Asia Tenggara dan Oceania pada World Press Photo (WPP) 2024 melalui karya 'Pollution in the Cileungsi River', terpilih dari 60.000 file. Selain WPP, Arbas juga memenangkan kompetisi internasional dari WHO (2007), Asian Press Photo (2022), dan APEC Photo Contest (2022).
Arbas menekankan pentingnya riset, penguasaan teknik, dan pendekatan humanis dalam memotret agar karya memiliki cerita yang kuat. Meskipun memiliki banyak prestasi, ia tetap belajar secara otodidak dan terbuka terhadap karya orang lain untuk pengayaan visual. Namun, kabar duka menyertai sosoknya setelah Arbas bersama empat jurnalis dan tiga kru speedboat dinyatakan hilang kontak saat meliput letusan Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026.
Bagikan
Berita terkait
Kisah 1 Jam Bersama Arbas, 'Jangan Pernah Sombong'
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 06.30
Di Balik Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda
Liputan6.com · 21 September 2026 pukul 21.12
Meutya Hafid dan Jenderal Listyo Sigit Diganjar Leadership Awards CNN
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 15.22
CNN Indonesia Berikan Special Recognition Awards ke Sejumlah Tokoh
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 09.46