Kisah Sukses Seblak Ngapak, dari Kos Kini Jadi Penopang Kuarga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasangan suami istri Nurtisari dan Ovi Arista Anggie Satria memutuskan merantau dari Semarang menuju Bali pada tahun 2022 dengan kondisi ekonomi yang sangat terbatas. Saat mengawali perantauan, keduanya tidak memiliki pekerjaan tetap, kendaraan pribadi, maupun modal awal untuk membuka usaha. Mereka bahkan rela menjual gitar milik Ovi dengan harga jauh di bawah pasar demi ongkos perjalanan, lalu Ovi bekerja menjadi kuli angkut setibanya di Bali.
Keterbatasan ekonomi tersebut berangsur membaik setelah mereka berani merintis usaha kuliner Seblak Ngapak Bali dengan memanfaatkan ekosistem digital. Saat ini, Nurtisari mengelola operasional penjualan seblak sebagai mitra GrabMerchant, sedangkan Ovi membantu perekonomian keluarga sebagai mitra pengemudi GrabBike. Dukungan platform digital dan akses permodalan terbukti membantu usaha mereka terus beroperasi serta berkembang secara mandiri.
Perjalanan hidup dan kegigihan pasangan ini disorot bertepatan dengan momentum peringatan Hari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Nasional pada 12 Agustus. Kisah sukses Seblak Ngapak Bali merefleksikan bagaimana pelaku usaha kecil dapat bangkit dari situasi sulit dengan memanfaatkan setiap peluang teknologi yang tersedia.
Bagikan
Berita terkait
Hari UMKM Nasional, Ini Cara Jaga Cash Flow dengan Cicil Emas Pegadaian
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 14.22
Seblak Ngapak Bali, Cerita Kuliner Rumahan yang Tumbuh Perlahan di Denpasar
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 17.54
Tak Cuma Cari Modal, Ibu-ibu UMKM Kini Didorong Paham Risiko Usaha
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 17.44
Pemkot Cirebon gencarkan kampanye QRIS lewat ajang lari
ANTARA News · 18 Agustus 2026 pukul 17.38