Kisah Waled NU Bangun Pesantren untuk Anak Korban DOM dan Tsunami
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336410/original/076800600_1788160031-tengku-tgk-nuruzzahri-waled-nu_1788095766.webp)
Waled NU (KH Nuruzzahri Yahya) mendirikan Dayah Ummul Ayman pada 1990 di Bireuen, Aceh sebagai panti asuhan bagi anak korban konflik dan DOM Aceh. Lahan bekas sungai berilalang dipadamkan dengan bantuan masyarakat, menghasilkan bangunan sederhana yang menjadi tempat belajar dan tinggal bagi santri korban konflik. Pada 1991, Ummul Ayman resmi menjadi yayasan dengan layanan panti asuhan, sekolah, dan pesantren salafiah, menggabungkan pendidikan dayah dengan formal. Pasca-tsunami 2004, 40 anak perempuan korban tsunami ditampung di rumah Waled NU, berkembang menjadi 80 orang dalam satu tahun. Dengan membeli lahan tiga hektare, asrama santriwati dibangun hingga 2007 menampung 100 anak yatim. Skema biaya makan bulanan bagi santri non-yatim membantu keberlanjutan program. Pada Muktamar NU ke-35, Waled NU terpilih sebagai anggota AHWA dengan 477 suara, menjadi ulama sepuas pertama dari Aceh.
Bagikan
Berita terkait
Siapa Waled NU, Kalahkan Miftachul Akhyar dan Said Aqil di Voting Tim AHWA
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 14.07
Subsidi Listrik Diusulkan Naik Jadi Rp 117,84 Triliun di RAPBN 2027, Ini Alasan Bahlil
JawaPos · 1 September 2026 pukul 11.00
Data Desil Tidak Sesuai, Mensos Gus Ipul: Pemerintah Buka Saluran Pemutakhiran
kumparan · 1 September 2026 pukul 10.59
Balai Pengelolaan Hutan Apresiasi Kesiapsiagaan BMH Cegah Karhutla Meluas
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 10.55