Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Kisah Waled NU Bangun Pesantren untuk Anak Korban DOM dan Tsunami

Waled NU (KH Nuruzzahri Yahya) mendirikan Dayah Ummul Ayman pada 1990 di Bireuen, Aceh sebagai panti asuhan bagi anak korban konflik dan DOM Aceh. Lahan bekas sungai berilalang dipadamkan dengan bantuan masyarakat, menghasilkan bangunan sederhana yang menjadi tempat belajar dan tinggal bagi santri korban konflik. Pada 1991, Ummul Ayman resmi menjadi yayasan dengan layanan panti asuhan, sekolah, dan pesantren salafiah, menggabungkan pendidikan dayah dengan formal. Pasca-tsunami 2004, 40 anak perempuan korban tsunami ditampung di rumah Waled NU, berkembang menjadi 80 orang dalam satu tahun. Dengan membeli lahan tiga hektare, asrama santriwati dibangun hingga 2007 menampung 100 anak yatim. Skema biaya makan bulanan bagi santri non-yatim membantu keberlanjutan program. Pada Muktamar NU ke-35, Waled NU terpilih sebagai anggota AHWA dengan 477 suara, menjadi ulama sepuas pertama dari Aceh.

Berita terkait