Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

KKP Gandeng China Gali Potensi Laut Arafura, 33 Kapal RI Dikerahkan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng China dalam optimalisasi potensi perikanan di perairan Arafura (WPPNRI 718). Sebanyak 33 kapal perikanan berbendera Indonesia dikerahkan dengan total 669 tenaga kerja, rata-rata 20 orang per kapal. Operasional kapal ini diproyeksikan menghasilkan sekitar 9.500 ton ikan per tahun dan memberikan kontribusi PNBP sekitar Rp65 miliar. Kerja sama ini dilaksanakan melalui Technical Cooperation Guidelines (TCG) sebagai tindak lanjut kunjungan Presiden RI ke China pada November 2024. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menekankan bahwa kerja sama tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga modernisasi armada dan pemberdayaan ekonomi pesisir. Setiap kapal diproyeksikan menangkap rata-rata 200 ton per tahun. Seluruh kegiatan harus mengikuti ketentuan perizinan, kepatuhan kapal, penangkapan, pendaratan, pencatatan, dan pengawasan untuk memastikan transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Lotharia Latif menjelaskan bahwa implementasi ini menjadi bagian dari kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (PIT) guna mencegah IUU Fishing, meningkatkan ketahanan pangan, dan mendukung kesejahteraan masyarakat sektor perikanan. Ruang lingkup TCG mencakup penangkapan ikan, pembangunan fasilitas, pengolahan, pertukaran keterampilan, pelatihan, dan kesejahteraan pekerja. Kerja sama ini didasarkan pada MoU Maritim 2021 dan Implementing Arrangement Perikanan 2023.

Berita terkait