Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kluster Bunuh Diri Melanda Komando Hacker Militer AS

Komando Siber AS (US Cyber Command) tengah memantau tingginya angka bunuh diri di kalangan personelnya. Bloomberg menyebutnya sebagai kluster bunuh diri. Lima orang yang bekerja atau berinteraksi erat dengan komando itu tewas bunuh diri antara awal Juni dan awal Juli. Peristiwa beruntun ini diklasifikasikan sebagai "kluster bunuh diri", istilah Pentagon untuk kasus bunuh diri yang terjadi berdekatan dan memerlukan intervensi khusus.

Tugas operator Komando Siber melindungi jaringan militer AS dan meretas sistem komputer militer asing untuk mengganggu komunikasi, pertahanan udara, dan kemampuan medan perang lain. Sebagian besar pekerjaan mereka dilakukan di fasilitas yang sangat aman dan rahasia. Dampak psikologis pekerjaan ini sudah lama menjadi perhatian pejabat militer. Penelitian yang didanai Angkatan Darat menemukan bahwa operator siber umumnya mengalami insomnia, kehilangan ingatan, merenung, dan penyakit fisik.

Kekhawatiran tentang kesehatan mental peretas militer telah dibahas di Kongres. Undang-undang pertahanan tahun 2025 mewajibkan Komando Siber menyediakan spesialis kesehatan mental khusus bagi operator siber, termasuk konselor yang diizinkan bekerja dengan personel yang menangani informasi rahasia.

Berita terkait