Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

KMP Mutiara Sentosa; Keselamatan dan pentingnya memanusiakan penumpang

Peristiwa kebakaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa 2 pada Minggu (2/8) sekitar pukul 06.00-07.00 WIB di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengingatkan pada tragedi KMP Tampomas II tahun 1981. Saat itu, kapal yang berangkat dari Jakarta menuju Sulawesi mengalami kebakaran dan tenggelam di Kepulauan Masalembo pada 27 Januari 1981, menewaskan ribuan penumpang. Tragedi tersebut menginspirasi penyanyi Iwan Fals untuk menggubah lagu yang menggambarkan mengerikannya kejadian itu.

Perbedaan mencolok antara kedua peristiwa adalah perkembangan teknologi informasi. Pada tahun 1981, sarana komunikasi jarak jauh hanya berupa telepon kabel dan radio komunikasi menggunakan gelombang elektromagnetik. Sebaliknya, untuk kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2, informasi sudah tersebar melalui radio siaran dalam waktu kurang dari dua jam, berdasarkan kiriman video dari salah seorang penumpang yang merekam suasana panik di atas kapal.

Dalam konteks jurnalistik, situasi ini menyoroti pertemuan antara kecepatan teknologi dan akurasi berita. Meskipun gambar dan video dari peristiwa memiliki nilai berita tinggi, wartawan tetap wajib melakukan pengecekan kembali. Kecepatan informasi menjadi kebutuhan, tetapi dalam situasi bencana, akurasi tidak boleh dikorbankan. Di balik gambar-gambar tersebut, terdapat manusia yang sedang berjuang menyelamatkan dirinya, mengingatkan akan pentingnya keselamatan dan pememanusiaan penumpang dalam transportasi laut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait