Kobra Telan Pisau di Karanganyar karena Stres? Ini Penjelasan Pakar UGM
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Seorang ahli satwa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menjelaskan bahwa ular kobra menelan pisau dapur di Desa Sroyo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, bukan karena stres, melainkan karena salah mengidentifikasi pisau sebagai mangsa. Relawan Exalos Indonesia menemukan ular masih hidup pada Selasa (4/8). Menurut Donan Satria Yudha, S.Si., M.Sc, dosen Fakultas Biologi UGM, pisau yang masih menempel aroma daging membuat kobra—yang mengandalkan indra penciuman karena penglihatannya buruk—memakannya. Cobra tidak dapat memuntahkan benda yang ditelannya karena gigi melengkung ke belakang. Meskipun ular dapat mengalami stres akibat perubahan suhu, kelembapan, habitat, atau gangguan manusia, otak ular yang kecil membuat stres sebagai penyebab penelanan pisau tidak mungkin. Organ Jacobson ular berfungsi normal, mendeteksi aroma pada pisau, tetapi salah mengartikannya sebagai sumber makanan.
Ciri-ciri stres pada ular meliputi meringkuk, menggesekkan tubuh ke substrat keras berulang kali, mudah marah, dan mendesis. Penjelasan ini mengklarifikasi bahwa insiden tersebut merupakan kesalahan identifikasi, bukan reaksi stres.
Bagikan
Berita terkait
Indonesia Jangan Jadi Sumber Pemasok Satwa Liar di Pasar Ilegal Dunia
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 17.45
Geger Macan Kumbang Masuk Permukiman Warga di Batang, Kondisinya Terluka
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 02.11
Ketua SPPG di Karanganyar Muntah-muntah dan Pusing Saat Cicipi Menu MBG
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 13.41
Macan Kumbang Lapar Satroni Kampung di Batang, Ternak Dimakan
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 11.51