Kobra Telan Pisau di Karanganyar karena Stres? Ini Penjelasan Pakar UGM
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Seorang ahli satwa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menjelaskan bahwa ular kobra menelan pisau dapur di Desa Sroyo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, bukan karena stres, melainkan karena salah mengidentifikasi pisau sebagai mangsa. Relawan Exalos Indonesia menemukan ular masih hidup pada Selasa (4/8). Menurut Donan Satria Yudha, S.Si., M.Sc, dosen Fakultas Biologi UGM, pisau yang masih menempel aroma daging membuat kobra—yang mengandalkan indra penciuman karena penglihatannya buruk—memakannya. Cobra tidak dapat memuntahkan benda yang ditelannya karena gigi melengkung ke belakang. Meskipun ular dapat mengalami stres akibat perubahan suhu, kelembapan, habitat, atau gangguan manusia, otak ular yang kecil membuat stres sebagai penyebab penelanan pisau tidak mungkin. Organ Jacobson ular berfungsi normal, mendeteksi aroma pada pisau, tetapi salah mengartikannya sebagai sumber makanan.
Ciri-ciri stres pada ular meliputi meringkuk, menggesekkan tubuh ke substrat keras berulang kali, mudah marah, dan mendesis. Penjelasan ini mengklarifikasi bahwa insiden tersebut merupakan kesalahan identifikasi, bukan reaksi stres.
Bagikan
Berita terkait
Warga Kalteng Diserang Beruang saat Panen Sawit, Alami Luka-luka
Detik.com · 27 September 2026 pukul 21.53
Sarasehan Hari Tani Nasional Jadi Ruang Tingkatkan Keunggulan Produksi Pertanian di Karanganyar
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 14.08
Warga Lampung Pelihara Buaya Sejak Kecil di Teras Rumah, Kini Panjangnya 2 Meter
kumparan · 23 September 2026 pukul 10.55
Data Kemenhut, Ada 8 Satwa Liar yang Mati Terdampak Karhutla
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 00.16