Kolaborasi Multipihak Kunci Pelestarian Ekosistem dan Industri Berkelanjutan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati di Papua, khususnya di wilayah kerja PT Freeport Indonesia di Timika, membutuhkan kolaborasi multipihak yang melibatkan industri, masyarakat lokal, masyarakat adat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya. Koordinator Konservasi dan Pemantauan Keanekaragaman Hayati PT Freeport Indonesia, Kukuh Indra Kusuma, menekankan bahwa pengelolaan ekosistem tidak dapat dilakukan secara mandiri akibat kompleksitas kondisi alam, keterbatasan data keanekaragaman hayati, dan tantangan sosial di wilayah tersebut.
Wilayah pengelolaan di Timika, Papua, memiliki karakter geografis yang sangat beragam dengan 14 tipe ekosistem yang tersebar di ketinggian antara 0 meter hingga 4.200 meter di atas permukaan laut, serta berdekatan dengan Taman Nasional Lorentz. Topografi wilayah yang terdiri dari datar dan sangat terjal membuat tantangan pengelolaan secara alami menjadi kompleks.
Ketersediaan data keanekaragaman hayati menjadi faktor kritis dalam upaya pemulihan ekosistem. Data mengenai jenis tumbuhan dan satwa digunakan untuk menentukan benih yang sesuai dalam kegiatan penanaman kembali dan mendukung pemulihan kawasan yang mengalami kerusakan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 17.39
Katadata SAFE 2026 Ungkap Kunci Pelestarian Ekosistem & Industri Berkelanjutan
Berita terkait
PLN Perkuat Keandalan Listrik untuk Dukung Kegiatan Pariwisata Papua
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 17.52
Backstagers DKI Jakarta Perkuat Ekosistem Event Menuju Jakarta Kota Global
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 10.26
PIS Gunakan Teknologi untuk Jaga Populasi Hiu Paus di Perairan Talisayan Kaltim
kumparan · 9 September 2026 pukul 09.09
Konservasi Mangrove Simanja Pulihkan Ekosistem Pesisir
CNBC Indonesia · 5 September 2026 pukul 21.27