Komponen Jet Tempur Siluman F-35 Jatuh ke Tangan China, Lockheed Martin: Itu Tak Guna!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Lockheed Martin menyatakan tidak melanggar hukum setelah komponen sensitif jet tempur F-35 Australia disita oleh China. Pada akhir Mei, kanopi kokpit dan pintu ruang senjata F-35 yang sedang dikirim melalui jasa kurir UPS ke Amerika Serikat untuk pemeliharaan tiba-tiba dialihkan ke Hong Kong dan kemudian disita oleh pemerintah China. Pentagon sedang menyelidiki insiden ini sambil menekan agar dilakukan peninjauan menyeluruh terhadap sistem pengiriman untuk melindungi peralatan militer AS yang sensitif. Lockheed Martin menilai komponen yang disita tidak memiliki nilai strategis besar karena bukan bagian yang dapat langsung digunakan, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran signifikan terhadap keamanan teknologi F-35. Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk mematuhi seluruh peraturan hukum dan ekspor, serta bekerja sama erat dengan pemerintah AS dalam melindungi komponen militer di masa depan. Insiden ini memicu keprihatinan di Washington mengingat F-35 merupakan salah satu jet tempur paling canggih milik militer AS dan sering menjadi sasaran upaya spionase asing, terutama dari China.
Bagikan
Berita terkait
Komponen Jet Tempur Tercanggih AS Jatuh ke Tangan China
Detik.com · 24 September 2026 pukul 10.00
Pentagon Berupaya Ambil Kembali Suku Cadang F-35 yang Disita China
Detik.com · 24 September 2026 pukul 22.00
Pentagon Usut Misteri Pengiriman Komponen F-35 Nyasar di Hong Kong
Detik.com · 24 September 2026 pukul 12.32
Arab Saudi Akan Beli 48 Jet Tempur Siluman F-35, Intelijen AS Khawatir China Curi Teknologinya
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 12.38