Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

Korban Keracunan MBG Karo Alami Amnesia, Komisi IX DPR Minta Audit Total

Korban keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, dilaporkan mengalami gangguan ingatan hingga tidak mengenali guru dan teman sekelas. Salah satu korban berusia 16 tahun dan harus menjalani perawatan berulang. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, makanan yang disajikan di sekolah mengandung tiga jenis bakteri: Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli (E. coli). Bakteri Staphylococcus aureus juga ditemukan pada sampel muntahan salah satu korban. Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, menilai kasus ini sangat serius dan tidak boleh dianggap sebagai insiden biasa. Ia meminta pemerintah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara tuntas dan berkelanjutan, termasuk pemantauan dampak kesehatan jangka panjang. Hasil investigasi juga harus dibuka secara transparan kepada orang tua korban dan masyarakat. Komisi IX mendesak dilakukannya audit total terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan program MBG, mulai dari pemilihan bahan baku hingga distribusi. Jika terbukti ada kelalaian, penegakan hukum dan pertanggungjawaban harus dijalankan sesuai aturan yang berlaku. Program MBG tetap dinilai penting, namun keselamatan penerima manfaat tidak boleh dikorbankan. Komisi IX akan mengawal kasus ini sebagai pelajaran untuk memperketat standar keamanan pangan MBG secara nasional agar kejadian serupa tidak terulang di daerah lain.

Berita terkait