Korut Bantah Dalangi Ledakan Ranjau, Korsel Ngotot Tuntut Minta Maaf
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Korea Utara membantah tuduhan Korea Selatan terkait ledakan ranjau di Zona Demiliterisasi (DMZ) pada 21 September yang melukai tiga tentara Korsel, termasuk satu orang yang kehilangan kaki. Kim Yo Jong, adik pemimpin Korut, menuduh Seoul merekayasa bukti dan menyebut tindakan tersebut sebagai perilaku kotor Republik Korea.
Sebaliknya, Kementerian Pertahanan Korsel menyatakan hasil penyelidikan menunjukkan ranjau milik Korut sangat dicurigai sebagai penyebab ledakan. Seoul menegaskan insiden ini melanggar perjanjian gencatan senjata dan menuntut permintaan maaf serta pertanggungjawaban segera dari Pyongyang untuk menghentikan tindakan serupa.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 08.11
Zelensky: Korut Bersiap Kerahkan 10.000 Tentara Lagi ke Rusia
Berita terkait
Korsel Sebut Ranjau Korut Picu Ledakan di Perbatasan: Langgar Gencatan!
Detik.com · 29 September 2026 pukul 17.12
3 Tentara Korsel Luka-luka Akibat Ledakan di Zona Demiliterisasi
Detik.com · 21 September 2026 pukul 12.17
Asia Memanas! Tentara Korut Tembus Perbatasan-Korsel Lepaskan Tembakan
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 14.00
Zelensky Berkhianat! Korsel Murka Rahasia Tahanan Korut Bocor
CNBC Indonesia · 26 September 2026 pukul 21.00