Krisis Donor Jantung, RSCM Terapkan LVAD Terkecil di Dunia untuk Pasien Gagal Jantung
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia menghadapi krisis penanganan gagal jantung stadium akhir akibat keterbatasan donor jantung dan tenaga medis berkompetensi transplantasi. Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya, mengakui tantangan ini membuat banyak pasien terminal tidak mendapat terapi transplantasi tepat waktu.
Sebagai alternatif, RSCM berhasil mengimplantasikan Left Ventricular Assist Device (LVAD) tipe CoreHeart 6, perangkat pompa jantung terkecil di dunia, yang juga menjadi pemasangan pertama di Asia. Alat ini mendukung fungsi ventrikel kiri pada pasien gagal jantung berat, memperpanjang usia dan meningkatkan kualitas hidup saat menunggu donor atau sebagai terapi jangka panjang.
Kemenkes menilai adopsi teknologi LVAD sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian layanan kardiovaskular nasional. Pemerintah mendorong transfer pengetahuan dan pelatihan dari RSCM ke tenaga kesehatan di daerah agar manfaat teknologi ini tidak terbatas pada satu rumah sakit saja.
Bagikan
Berita terkait
RSCM Lakukan Implantasi LVAD CoreHeart 6 Pertama di Asia, Harapan Baru Gagal Jantung
JPNN.com · 8 Agustus 2026 pukul 13.35
Donor Jantung Langka, Teknologi LVAD Jadi Harapan Baru Pasien Gagal Jantung
SINDOnews · 5 Agustus 2026 pukul 20.00
Pernyataan Pihak Keluarga Besar Almarhum Pasien BPJS Yurizal
CNN Indonesia · 8 Agustus 2026 pukul 11.17
Kemenkes Ungkap Almarhum Yurizal Pasien BPJS Tunggu 8 Jam di IGD RSCM
CNN Indonesia · 8 Agustus 2026 pukul 10.15