Jakarta · Selasa, 15 September 2026Cari
WargaKonoha

Kualitas Udara Berbahaya Akibat Karhutla, Sekolah di Pekanbaru Tatap Muka Terbatas

Pemerintah Kota Pekanbaru membatasi kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah-sekolah dasar dan menengah akibat kualitas udara yang masih buruk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pada Senin (14 September 2026) pukul 22.00 WIB, konsentrasi PM2.5 mencapai 253,4 mikrogram per meter kubik, masuk kategori berbahaya. Sekolah ditugaskan untuk membatasi waktu belajar hingga pukul 12.00 siang, memulangkan siswa lebih awal, dan mengharuskan penggunaan masker. Seluruh kegiatan daringkan di dalam ruangan untuk melindungi siswa dari dampak polusi udara.

Dinas Kesehatan Pekanbaru mencatat 3.028 warga mengidap ISPA dalam dua minggu terakhir akibat kabut asap. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyiapkan 500.000 masker untuk distribusi ke masyarakat. Di tingkat nasional, KLH menyegel 50 badan usaha di delapan provinsi setelah 27.333 hektare lahan konsesi terbakar, sementara Polri menetapkan 138 tersangka kasus Karhutla.

Pemerintah juga mengambil langkah terhadap dampak lintas negara, termasuk diskusi antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Prabowo terkait asap kebakaran di sela KTT BRICS. Di Pekanbaru, 24 penerbangan di Bandara SSK II dibatalkan akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, hujan turbin membantu memperbaiki kualitas udara, sehingga status tanggap darurat Karhutla turun menjadi siaga darurat dengan tidak ada titik api aktif.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait