Kualitas Udara di Palangka Raya Kalteng Capai Tingkat Berbahaya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan kualitas udara di Palangka Raya, Kalimantan Tengah masuk kategori berbahaya (hitam) pada Jumat, 28 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB. Hal ini didasarkan pada konsentrasi PM2.5 yang mencapai 494,9 µg/m³, jauh melampaui ambang batas kategori berbahaya yaitu lebih dari 250,5 µg/m³.
Kenaikan konsentrasi PM2.5 ini diduga disebabkan oleh asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah titik panas (hotspot) di Kalimantan Tengah mencapai 3.947 titik, dengan peningkatan sebesar 1.837 titik dibandingkan periode sebelumnya.
Sebagai tanggapan terhadap buruknya kualitas udara, Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk peserta didik jenjang PAUD, SD, dan SMP dari 28 hingga 31 Agustus 2026. Keputusan ini akan dievaluasi harian berdasarkan perkembangan kualitas udara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 10.29
72.431 Kasus ISPA di Kalteng Imbas Karhutla, Terbanyak di Palangka Raya
ANTARA News · 28 Agustus 2026 pukul 09.50
Ribuan pasukan gabungan diterjunkan ke Palangka Raya untuk pemadaman karhutla
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 13.15
Karhutla Mengancam, Pemerintah Minta Sekolah Alihkan Pembelajaran ke Rumah
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 16.51
Terdampak Kabut Asap, Kualitas Udara di Belasan Wilayah Malaysia tak Sehat
Berita terkait
Imbas Karhutla, Siswa di Pekanbaru Masih Harus Belajar dari Rumah Hingga 28 Agustus
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 21.04
Asap Karhutla Selimuti Kota Jambi dan Sekitarnya, Jarak Pandang Makin Menipis
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 17.06
Kualitas Udara Pekanbaru di Level Berbahaya
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 22.55
Kabut Asap Masih Selimuti Palembang, Kualitas Udara Tidak Sehat
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 15.42