Jakarta · Minggu, 23 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kuliner dan UMKM di Sleman Tumbuh, Kawasan Tiyasan Didorong Jadi Ekosistem Ekonomi Kreatif

Kawasan Tiyasan di Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, berpotensi dikembangkan menjadi ekosistem ekonomi kreatif baru di Yogyakarta bagian utara. Pertumbuhan sektor kuliner, kafe, UMKM, dan aktivitas masyarakat menjadi landasan untuk menghubungkan berbagai potensi ekonomi lokal secara inklusif dan berkelanjutan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Sleman tumbuh 6,53 persen pada 2025, menjadi angka pertumbuhan tertinggi dalam satu dekade terakhir. Pemerintah Kabupaten Sleman juga menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) No 8 Tahun 2025 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif untuk mendukung sektor ini secara regulasi.

Fajriyah Usman, Corporate Secretary PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), menyatakan bahwa perkembangan kawasan seperti Tiyasan menegaskan pentingnya membangun ekosistem ekonomi lokal yang menghubungkan potensi masyarakat dengan peluang ekonomi yang dinamis. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak hanya diukur dari jumlah usaha yang muncul, tetapi juga dari kemampuan berbagai potensi tersebut saling terhubung dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat luas. Tiyasan memiliki modal dasar yang dibutuhkan melalui perkembangan kuliner, UMKM, komunitas, dan ruang publik yang mendukung interaksi ekonomi.

Komitmen pemerintah daerah melalui Perda tersebut diharapkan dapat mendorong pendanaan, insentif, dan kolaborasi antar-pelaku UMKM serta masyarakat. Dengan pendekatan yang terintegrasi, Tiyasan dapat menjadi contoh replicable bagi pengembangan ekonomi kreatif di wilayah lain yang memiliki potensi serupa.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait