Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Kunci Sukses Toilet Training: Bangun Rasa Percaya Ibu dan Anak

Toilet training tidak hanya bergantung pada teknik fisik, tetapi juga pada pembangunan rasa percaya antara ibu dan anak. Menurut Dr. dr. Andy Darma Sp.A Subsp.GH(K), anak perlu merasa yakin bahwa proses BAB tidak menyakitkan, dan keyakinan ini dibangun melalui kejujuran konsisten dari orang tua. Jika anak merasa tidak nyaman atau takut karena pengalaman sebelumnya, mereka cenderung menahan BAB, yang menyebabkan feses menjadi keras dan memicu nyeri saat dikeluarkan. Dokter menekankan bahwa orang tua harus selalu jujur kepada anak, seperti tidak menyembunyikan rasa tidak nyaman dari obat atau vaksinasi, agar kepercayaan tetap terjalin.

Siklus nyeri akibat penahanan BAB dapat membesar jika tidak diatasi. Feses yang tersisa terlalu lama di usus akan kehilangan air dan menjadi keras, sehingga sulit dikeluarkan dan justru semakin menyakitkan. Untuk memutus siklus ini, dokter biasanya memberikan obat pelunak feses, sementara peran ibu tetap penting untuk memberikan dukungan emosional dan mencegah anak menahan keinginan. Setelah proses BAB berhasil dilakukan tanpa rasa sakit, orang tua disarankan memberikan apresiasi positif dan mengajak anak untuk tidak menahannya lagi di masa depan.

Selain itu, pola makan sehat dengan asupan serat yang cukup, hidrasi yang baik, dan aktivitas fisik juga mendukung pencernaan normal. Menghindari posisi duduk lama di kloset dan tidak memaksakan BAB juga penting untuk mencegah komplikasi seperti ambeien. Dengan pendekatan yang konsisten dan penuh kasih sayang, toilet training dapat berjalan lebih lancar dan nyaman bagi anak.

Berita terkait