Laku Ribuan per Bulan, Sepraktis Apa Veloz Hybrid EV Jajal Jalanan?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Toyota Veloz Hybrid EV menjadi salah satu model hybrid yang diminati di Indonesia, dengan penjualan konsisten di atas 2.000 unit per bulan sejak awal 2026 dan total pemesanan lebih dari 20.000 unit hingga awal September 2026. Berbeda dengan mobil listrik murni, Veloz Hybrid tidak perlu dicas dari luar karena baterenya diisi melalui sistem kendaraan dan rem pembalik (regenerative braking). Dalam uji coba di Yogyakarta dengan kecepatan rata-rata 30 km/jam, konsumsi bahan bakarnya mencapai 16-18 km/l, meski angka ini bisa bervariasi tergantung lalu lintas, gaya mengemudi, dan beban kendaraan. Veloz tetap mempertahankan kabin tiga baris dan fleksibilitas MPV keluarga, sehingga cocok untuk penggunaan sehari-hari dan mengangkut barang.
Secara keseluruhan, penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota dan Lexus di Indonesia mencapai 38.769 unit pada Januari-Agustus 2026, naik 86% dibandingkan tahun sebelumnya. Veloz Hybrid EV termasuk tiga model dengan kontribusi terbesar, bersama Kijang Innova Zenix Hybrid EV dan Yaris Cross Hybrid EV. Kendaraan elektrifikasi menyumbang sekitar 21% dari total penjualan Toyota yang mencapai 175.932 unit pada periode yang sama.
Toyota menekankan bahwa teknologi hybrid tidak hanya fokus pada penghematan bahan bakar, tetapi juga memudahkan konsumen beralih ke kendaraan elektrifikasi tanpa perubahan besar dalam kebiasaan. Melalui kegiatan seperti Journalist Test Drive, Toyota ingin menunjukkan perbedaan karakter setiap teknologi agar konsumen dapat memilih sesuai kebutuhan dan gaya hidup mereka.
Bagikan
- toyota veloz hybrid ev
- kendaraan elektrifikasi
- penjualan mobil hybrid
- konsumsi bahan bakar
- inovasi mobil
Berita terkait
10 Rekomendasi Mobil Paling Irit BBM
Media Indonesia · 13 September 2026 pukul 18.15
Inovasi Radikal, SUV Hongqi Bisa Produksi Listrik Gratis dari Langit
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 10.28
Daihatsu Bawa Rocky e-Smart Hybrid ke Batam, Uji Selera Konsumen di Luar Jawa
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 20.34
Solar Subsidi Overkuota di 32 Provinsi, Aceh Tertinggi 73 Persen
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 12.30