Laut Merah Mencekam, Arab Saudi Putar Otak Kirim Minyak ke Pelanggan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Arab Saudi mengalihkan ekspor minyak melalui pipa di Mesir ke Laut Mediterania untuk menghindari risiko serangan di Laut Merah. Keputusan ini diambil setelah kelompok Houthi yang didukung Iran memberlakukan embargo maritim terhadap Arab Saudi. Data dari perusahaan intelijen Kpler menunjukkan ekspor dari Pelabuhan Sidi Kerir, Mesir, melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar 2,3 juta barel per hari pada Agustus dari 1 juta barel per hari pada Juli, dengan sebagian besar merupakan minyak mentah Arab Saudi.
Pipa Sumed menghubungkan Ain Sokhna di Laut Merah ke Sidi Kerir, memungkinkan supertanker memindahkan muatan untuk menghindari Terusan Suez. Ekspor dari Yanbu melalui Selat Bab el-Mandeb anjlok hampir 90% menjadi sekitar 1,3 juta barel pada pekan 3 Agustus dari 11 juta barel pada pekan 20 Juli. Kapal tanker ke Asia terpaksa memutar Afrika, menambah waktu perjalanan sekitar 25 hari.
Situasi ini menciptakan dislokasi pasar global, dengan minyak Saudi dari Sidi Kerir mengalir ke Amerika Serikat dan Eropa, sementara pelanggan Asia mungkin menjual kembali sebagian muatan. Risiko tetap ada setelah dua kapal LNG di Pelabuhan Damietta, Mesir, dihantam drone pada 30 Juli.
Bagikan
Berita terkait
Harga Minyak Mentah Dunia Turun Lagi di Tengah Serangan Rudal Houthi ke Riyadh
JawaPos · 21 September 2026 pukul 08.15
Balas Serangan Houthi, Saudi Lancarkan 28 Serangan ke Yaman dalam 24 Jam
Detik.com · 21 September 2026 pukul 01.48
AS Tak Mau Berperang Melawan Houthi, 5 Alasan Negara-negara Arab Makin Frustasi!
SINDOnews · 20 September 2026 pukul 04.40
Houthi Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur F-15 Arab Saudi
Detik.com · 16 September 2026 pukul 14.14