Layanan Adminduk Hadir di Posko Gempa Nagekeo: Wujud Nyata Dukcapil Prima
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gempa bumi di Kabupaten Nagekeo menyebabkan sembilan korban jiwa, 22 orang luka, dan 7.430 rumah warga rusak. Enam kecamatan dan 113 desa terdampak, termasuk 540 bangunan kantor dan fasilitas umum. Di tengah kerusakan ini, Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri bersama Dinas Dukcapil Nagekeo membuka layanan administrasi kependudukan di posko pengungsian Paroki Aeramo, Kecamatan Aesesa. Layanan dimulai pukul 07.30 WITA dan dibuka resmi oleh Bupati Nagekeo dan Direktur Jenderal Dukcapil Teguh Setyabudi. Tim gabungan menerbitkan 300 dokumen kependudukan dalam sehari, termasuk 108 KTP elektronik, 93 kartu keluarga, dan 26 akta kelahiran. Bantuan berupa 6.000 blangko KTP-el, ribbon, dan perangkat Starlink juga diserahkan untuk mendukung layanan di wilayah terdampak. Dokumen kependudukan ini penting bagi warga untuk mengakses bantuan sosial, sekolah, dan layanan kesehatan. Dirjen Dukcapil menekankan bahwa pelayanan kependudukan tidak boleh berhenti meski di tengah bencana, sebagai wujud Dukcapil Prima yang mendekatkan, memudahkan, dan membahagiakan masyarakat.
Bagikan
- gempa nagekeo
- dukcapil prima
- layanan dokumen kependudukan
- posko pengungsian
- bencana dan pelayanan publik
Berita terkait
Gempa M5 Landa Nagekeo NTT, Getaran Terasa hingga Bajawa-Ende
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 23.15
Momen Seskab Teddy Ajak Ngobrol dan Beri Mainan ke Anak-anak Korban Gempa NTT
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 22.06
Senyum Anak-Anak Nagekeo Sambut Presiden Prabowo di Tenda Pengungsian
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 20.02
Seskab Teddy Bagikan Rubik dan Protein Bar ke Anak-Anak Korban Gempa NTT
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 18.52