Jakarta · Sabtu, 22 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Legislator Ingatkan Penguasaan Instrumen Digital agar Tidak Berdampak Destruktif

Anggota DPR RI Komisi X, Abdul Fikry Faqih, menekankan pentingnya penguasaan instrumen digital yang seimbang dengan etika dan karakter peserta didik. Hal ini disampaikan dalam workshop pendidikan bertema "Penguatan Nilai-Nilai Karakter Dalam Digitalisasi Pendidikan" di Kota Tegal, Jawa Tengah. Fikry menyatakan bahwa literasi digital tidak hanya melibatkan kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan etika, daya tahan mental, dan kesadaran kritis agar teknologi tidak membawa dampak destruktif. Komisi X DPR RI mendukung penguatan pendidikan karakter dan etika moral dalam kurikulum nasional melalui revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) untuk mengatasi isu seperti perundungan, kekerasan digital, dan degradasi moral.

Direktorat Paud Kemendikikdasmen, melalui Djajeng Baskoro, menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan nilai moral, sikap, dan kebiasaan baik ke dalam ekosistem belajar. Kegiatan ini juga bertujuan mendorong pendidikan aktif dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila sebagai bagian dari budaya sekolah. Kepala Disdikbud Kota Tegal, Dewi Umaroh, yang diwakili Listiana Kusumawardani, mengapresiasi inisiatif ini sebagai pelengkap program digitalisasi pendidikan yang sedang dikembangkan pemerintah.

Sementara itu, di tingkat global, berbagai perusahaan dan lembaga mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Google dikabarkan menarik fitur eksperimental AI di Google Earth untuk mencegah penyebaran informasi visual palsu. LinkedIn meluncurkan fitur pelaporan "Seems like AI slop" untuk membatasi konten otomatis berkualitas rendah. Namun, rencana pembangunan data center AI di luar angkasa juga menimbulkan kekhawatiran ilmuwan terkait dampaknya pada atmosfer Bumi, termasuk emisi roket, sampah antariksa, dan polusi cahaya.

Berita terkait