Lemahnya Literasi Medsos di Balik Nirempati Nakes Terhadap Pasien Yurizal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315744/original/019758300_1785885131-yurizal.webp)
Komentar tidak empatik dari sejumlah tenaga kesehatan terhadap curhatan pasien BPJS bernama Yurizal di media sosial menjadi viral dan memicu perdebatan publik. Praktisi komunikasi digital Afgiansyah menyatakan bahwa masalah ini mencerminkan rendahnya literasi media sosial, karena banyak pengguna masih menganggap platform digital sebagai ruang pribadi untuk melampiaskan emosi tanpa menyadari dampaknya yang luas. Budaya komunikasi Indonesia yang cenderung tidak langsung membuat orang lebih berhati-hati saat berhadapan langsung, tetapi di media sosial batasan tersebut menjadi kabur, sehingga memicu efek inhibisi daring (Online Disinhibition Effect) yang membuat orang berani mengungkapkan emosi secara berlebihan. Faraby Ferdiansyah, dosen komunikasi UIN Syarif Hidayatullah, menambahkan bahwa fenomena ini bukan hanya kesalahan individu, melainkan kegagalan profesional dalam menjaga etika digital. Ia menekankan bahwa literasi digital harus mencakup etika dan budaya, bukan hanya keterampilan teknis dan keamanan. Kementerian Kesehatan RI, melalui Aji Muhawarman, menyesalkan komentar tidak empatik tersebut dan mengingatkan masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran etik melalui Konsil Kesehatan Indonesia (KKI). Kasus ini menjadi pengingat bahwa tenaga kesehatan harus memahami bahwa pernyataan mereka di media sosial mewakili profesi dan institusi mereka. Tags: ["literasi media sosial", "etika kesehatan", "komunikasi digital", "Kemenkes", "KKI"]
Bagikan
Berita terkait
Seskab Teddy Sulap Ruang Kerja Bak Bioskop, Anggaran Dipertanyakan
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 15.31
Dishub DKI Kerahkan 500 Petugas Kawal Perayaan HUT ke-81 RI di Monas
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 15.29
Menaker Yassierli Tegaskan Pekerja Kompeten Jadi Kunci Industrialisasi Indonesia
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 15.27
Gelar Seremoni Sambut Mendagri, Bupati Manggarai Timur Flores Dikritik Korban Gempa
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 15.26