Lewat Jagau, Akaracita Membawa Bunyi Tradisi Banjar ke Lanskap Kontemporer
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Grup musik Akaracita meluncurkan single 'Jagau' sebagai eksplorasi kembali tradisi gamalan Banjar Kalimantan Selatan. Lagu ini tidak merekonstruksi musik masa lalu, melainkan menjadikannya sumber untuk menciptakan bunyi baru yang relevan dengan pengalaman pendengar modern. Pendekatan Akaracita menempatkan tradisi sebagai sumber pengetahuan tentang pola, ritme, dan karakter bunyi, bukan sekadar penanda identitas melalui instrumen. Novyandi Akaracita menyatakan tradisi bukan yang harus dibekukan, melainkan dapat terus dikembangkan untuk menemukan kemungkinan bunyi baru. 'Jagau' mempertanyakan batas antara musik tradisi dan kontemporer, menunjukkan bahwa keduanya tidak harus bertentangan.
Bagikan
Berita terkait
Wamendagri Wiyagus Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Kota Banjar Bebas TB
kumparan · 22 September 2026 pukul 11.46
Wamendagri Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Kota Banjar Bebas TB
Detik.com · 22 September 2026 pukul 11.40
Menengs & Katabroto Dorong Banjar Jadi Kota Afiliat, Buka Peluang Baru bagi UMKM
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 15.30
Ruang Resepsionis Kantor Wali Kota Banjar Terbakar Diduga akibat Power Bank
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 16.33