Jakarta · Selasa, 6 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Lisan Bisa Menjerumuskan, Begini Pesan Rasulullah kepada Umatnya

Menjaga lisan merupakan kewajiban penting bagi seorang Muslim, karena perkataan yang keluar dari mulut dapat menimbulkan dosa atau menyakitkan orang lain. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang menjaga apa yang ada di antara dua rahang (lidah) dan dua kaki (kemaluan), maka Allah akan menjamin surga baginya. Hadis ini menekankan pentingnya menahan diri dari berbicara kecuali ada kemaslahatan yang jelas.

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa setiap Muslim wajib menjaga lisan dari perkataan buruk, kecuali ucapan yang jelas mengandung kebamanfaatan. Jika berbicara dan diam memberikan manfaat yang sama, maka lebih baik untuk diam. Rasulullah SAW juga bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam."

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menegaskan bahwa ghibah, menggossip, mencela, dan menghina orang lain termasuk perkara yang dilarang. Bentuk-bentuk penyakit lisan seperti al-hamz (mencela) dan al-lamz (menggurui) dapat menjerumuskan seseorang ke dalam dosa besar. Oleh karena itu, sebelum berbicara, setiap Muslim disarankan untuk mempertimbangkan apakah perkataannya membawa manfaat atau justru menyakitkan orang lain.

Berita terkait