Luhut Dorong Lahirnya SDM Keamanan Siber Lewat Kerja Sama Riset & HIDC
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia menghadapi lonjakan ancaman siber yang mencapai 1,52 miliar serangan pada periode 1 Januari hingga 15 April 2026, menurut data BSSN. Luhut Binsar Pandjaitan menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) keamanan siber, terutama di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI). IT Del, yang fokus pada AI, mengadakan pengajaran AI sekaligus memperkuat kompetensi keamanan siber untuk mempersiapkan generasi muda. Kerja sama dengan Spentera Group melalui riset dan magang menjadi langkah konkret untuk menjembatani kebutuhan industri dan kemampuan akademik. Untuk menumbuhkan bakat keamanan siber, Spentera Group menggelar grand final kompetisi hacking HIDC 2026 di IT Del, Balige. Dari 410 peserta dalam 136 tim, tiga tim finalis dipilih: Boys Who ChatGPT, Petir Pemecut Handal, dan HIB Hoshiyomis. Kompetisi ini menguji keterampilan peserta melalui skenario nyata seperti pengamanan fisik, penggunaan SDR, serta serangan red team dan pertahanan blue team. Total hadiah mencapai Rp170 juta, dengan tujuan agar peserta tidak hanya menjadi pemenang, tetapi juga cyber security engineer yang siap bersaing global. Royke Lumban Tobing dari Spentera Group menyatakan bahwa kebutuhan industri akan tenaga ahli keamanan siber jauh melebihi ketersediaan talenta. Kompetisi ini juga bertujuan mendistribusikan talenta di luar Pulau Jawa. IT Del dan Spentera Group menandatangani kerja sama riset dan program magang untuk memperkuat kesiapan SDM. Peserta seperti Ahmad Zainuri dan Linuz Tri Eriyanto menekankan pentingnya etika dan kesiapan menghadapi ancaman siber di era AI.
Bagikan
Berita terkait
Kapolri: Tugas Polri Penuh Risiko, Kami Membutuhkan Doa dan Bimbingan Ulama
JawaPos · 26 September 2026 pukul 14.00
Kecam Pidato PM Solomon di PBB Soal Pelanggaran HAM Papua, DPR RI Pertanyakan Sumber Datanya
JawaPos · 26 September 2026 pukul 14.00
Kapolri: Keberagaman Harus Jadi Kekuatan untuk Jaga Persatuan Bangsa
kumparan · 26 September 2026 pukul 14.00
Kecam Pidato PM Solomon soal Papua di Sidang PBB, Abraham Sridjaja: Sembrono dan Sepihak
JPNN.com · 26 September 2026 pukul 13.56