Jakarta · Minggu, 30 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mahasiswa S2 STIK Lemdiklat Polri Angkatan 16 Berikan Bahan Pokok dan Trauma Healing untuk Korban Gempa NTT

Mahasiswa S2 STIK Lemdiklat Polri Angkatan 16 menggelar bakti sosial pada Sabtu, 29 Agustus 2026, untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan berupa sembako—termasuk beras Cap Tani, minyak goreng Lentera, air mineral Aqua, susu bubuk Dancow, mi instan rasa soto, dan popok bayi—disalurkan ke Dusun Wairhabi, Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, serta melalui Pelabuhan Lorens Say ke Palue. Di Dusun Wairhabi, bantuan diterima oleh Agustinus Nong Viles sebagai koordinator posko pengungsian yang menampung 159 kepala keluarga dari tiga wilayah sekitar. Selain bantuan pokok, mahasiswa juga melakukan trauma healing dan bakti kesehatan sebagai bagian dari upaya mendukung korban gempa yang masih beradaptasi di lokasi pengungsian.

Gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026 pukul 04.28 WIB, dengan episenter di laut sekitar 30 km timur laut Nagekeo dan kedalaman 15 km. Bencana ini memicu peringatan dini tsunami dan menyentuh tujuh kabupaten: Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat. Hingga 29 Agustus 2026, BNPB mencatat 111 korban jiwa dan sekitar 299.145 warga terdampak mengungsi di tujuh kabupaten tersebut.

Kehadiran mahasiswa dan personel Polda NTT, termasuk Kapolres AKBP Bambang Supeno, S.I.K., menekankan pentingnya solidaritas kemanusiaan di tengah proses pemulihan yang panjang. Aksi ini menjadi pengingat bahwa pemulihan bencana tidak hanya melibatkan rekonstruksi fisik, tetapi juga dukungan psikologis dan rasa tidak sendirian bagi para penyintas.

Berita terkait