Makna Syal Save Palestine di Kepengurusan Baru PBNU
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9362510/original/081892600_1790816765-IMG_4365.jpg)
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan struktur kepengurusan masa khidmah 2026-2031 pada 30 September 2026. Dalam pengumuman tersebut, para pengurus tampak mengenakan syal bertuliskan 'Save Palestine' sebagai bentuk dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menjelaskan bahwa isu Palestina sudah lama menjadi perhatian NU sejak masa KH Hasyim Asy'ari pada tahun 1938-1939. PBNU menilai penting untuk melanjutkan dukungan terhadap Palestina yang telah disuarakan sejak masa pendiriannya.
Dalam konferensi pers, Gus Kikin menjelaskan komposisi kepengurusan baru PBNU yang meningkat dari 189 menjadi 210 orang, dengan tujuan memperluas keterwakilan dari berbagai generasi, jajaran, dan lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama. Penambahan ini juga mencakup unsur badan otonom seperti IPNU, PMII, dan Gerakan Pemuda Ansor.
Struktur kepengurusan baru dipimpin oleh KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum. Beberapa tokoh publik masuk dalam jajaran pimpinan, termasuk Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai Wakil Ketua PBNU, mantan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Jusuf Kalla sebagai Mustasyar PBNU.
Bagikan
Berita terkait
Pengurus PBNU Kompak Pakai Syal Palestina, Gus Kikin Ungkap Maknanya
kumparan · 30 September 2026 pukul 22.43
Gus Kikin Tanda Tangani Kontrak Jam’iyah Setelah Jadi Ketum PBNU
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 13.36
Gus Yahya Luncurkan Saadatuna, Tegaskan 5 Prinsip Dasar Membangun Umat Terbaik
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 07.38
Jenderal Listyo Sigit Diberhentikan sebagai Kapolri, Komjen Suyudi Diusulkan ke DPR jadi Pengganti
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 09.45