Malam Ketika Pesepeda Menuntut Ruang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Critical Mass Jakarta menggelar bersepeda massal rutin setiap Jumat terakhir bulan, berkumpul di trotoar FX Sudirman sebelum berangkat bersama. Gerakan tanpa pemimpin ini tidak menetapkan rute pasti—rombongan malam itu melintas dari Sudirman, jembatan Semanggi, menuju Bundaran HI. Ratusan pesepeda dengan beragam jenis sepeda—lipat, gravel, fixed gear, road bike, hingga sepeda kargo—turun bersama menegaskan bahwa jalan raya bukan ruang eksklusif kendaraan bermotor. Aria Praja Sukanda, peserta baru, mengeluhkan jalur sepeda yang sering terhalang pedagang dan parkir liar. Wahyu Ariadi, peserta rutin, merasakan keamanan berkendara saat ramai-ramai, berbeda ketika harus menghadapi bus dan klakson mobil sendirian.
Critical Mass berawal di San Francisco, 1992, terinspirasi film dokumenter Ted White tentang pesepeda Cina yang menunggu jumlah cukup banyak sebelum menyeberang bersama. Konsep tanpa markas pusat ini menyebar ke ratusan kota dunia dalam lima tahun. Di Indonesia, Jakarta memulai sejak 2012, diikuti Bandung, Yogyakarta, Tangerang, dan Bekasi. Gerakan ini terbuka untuk semua jenis sepeda dan komunitas, menekankan kesetaraan ruang jalan bagi pesepeda.
Bagikan
Berita terkait
Pemprov DKI Evaluasi Jalur Sepeda: Ada yang Tak Terawat-Dipakai Kendaraan Lain
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 19.51
Usulan Hapus Jalur Sepeda Jakarta Dikritik: Harusnya Bahas Efektivitas
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 14.26
Pramono Respons Usulan Hapus Jalur Sepeda Jakarta
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 17.03
Simak, Ini Lokasi Parkir saat Perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 10.38