Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Malam Ketika Pesepeda Menuntut Ruang

Critical Mass Jakarta menggelar bersepeda massal rutin setiap Jumat terakhir bulan, berkumpul di trotoar FX Sudirman sebelum berangkat bersama. Gerakan tanpa pemimpin ini tidak menetapkan rute pasti—rombongan malam itu melintas dari Sudirman, jembatan Semanggi, menuju Bundaran HI. Ratusan pesepeda dengan beragam jenis sepeda—lipat, gravel, fixed gear, road bike, hingga sepeda kargo—turun bersama menegaskan bahwa jalan raya bukan ruang eksklusif kendaraan bermotor. Aria Praja Sukanda, peserta baru, mengeluhkan jalur sepeda yang sering terhalang pedagang dan parkir liar. Wahyu Ariadi, peserta rutin, merasakan keamanan berkendara saat ramai-ramai, berbeda ketika harus menghadapi bus dan klakson mobil sendirian.

Critical Mass berawal di San Francisco, 1992, terinspirasi film dokumenter Ted White tentang pesepeda Cina yang menunggu jumlah cukup banyak sebelum menyeberang bersama. Konsep tanpa markas pusat ini menyebar ke ratusan kota dunia dalam lima tahun. Di Indonesia, Jakarta memulai sejak 2012, diikuti Bandung, Yogyakarta, Tangerang, dan Bekasi. Gerakan ini terbuka untuk semua jenis sepeda dan komunitas, menekankan kesetaraan ruang jalan bagi pesepeda.

Berita terkait