Malone Lam, Otak Pencurian Bitcoin Rp 4,3 T Mengaku Bersalah di AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Malone Lam, seorang warga negara Singapura berusia 22 tahun, mengaku bersalah atas tuduhan konspirasi pemerasan terkait pencurian bitcoin senilai US$249 juta (sekitar Rp 4,3 triliun) di Amerika Serikat. Lam dan jaringan temannya, yang tersebar di beberapa negara bagian AS serta luar negeri, bertemu melalui platform game online untuk merencanakan aksi tersebut. Mereka menggunakan uang hasil curian untuk menghabiskan hingga US$500.000 per malam di klub malam, membeli mobil mewah, tas Hermes Birkin, jam tangan mahal, hingga menyewa jet pribadi dan rumah di Los Angeles, Hamptons, dan Miami. Lam dikabarkan memakai beberapa nama samaran seperti Anne Hathaway, $$$ dan King Greavy, dan menjadi pemimpin kelompok kriminal yang mengidentifikasi korban serta mengoordinasikan aksi pencurian melalui penipuan dan pembobolan rumah. Konspirasi ini berlangsung dari Oktober 2023 hingga setidaknya Mei 2025, hingga akhirnya digerebek oleh FBI pada September 2024. Lam menghadapi hukuman penjara maksimal 20 tahun, sementara salah satu kaki tangannya, Evan Tangeman, telah dihukum 70 bulan penjara karena terlibat mencuci uang dan mencoba menghancurkan bukti setelah penangkapan Lam.
Bagikan
Berita terkait
Terinspirasi ISIS, Wanita Ini Hendak Mengebom Gedung Capitol New York saat Para Senator Rapat
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 11.26
Presiden Trump Sebut AS akan Memenangkan Perang Iran, Selat Hormuz Menjadi Selat Trump
VOI · 10 September 2026 pukul 12.00
Presiden Trump Memperkirakan Perang Iran akan Berakhir Setelah Pemilihan AS
VOI · 10 September 2026 pukul 11.00
Super Garuda Shield 2026 Uji Serangan Gabungan Darat, TNI Kerahkan F-16 hingga Astros
VOI · 10 September 2026 pukul 08.07