Jakarta · Sabtu, 3 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Mantap! Siswi Kelas 12 Ini Sukses Berdayakan 126 Perajin dan Jaga Gambut

Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan, sebuah tanaman lahan basah bernama purun (Lepironia articulata) menjadi sumber penghidupan baru bagi masyarakat desa. Alexandra Christy Untono, siswi kelas 12 ACS Jakarta, menginisiasi wirausaha sosial Gaia Weave yang mengembangkan purun menjadi produk fungsional modern seperti tech organizer, document pouch, tas, dan aksesori perkotaan. Inisiatif ini bertujuan menjaga ekosistem gambut sekaligus memberikan sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Gaia Weave telah bermitra dengan 126 perajin perempuan di 15 desa di Kalimantan Selatan. Pendapatan para perajin meningkat signifikan, dari kisaran Rp1 juta-Rp1,5 juta menjadi sekitar Rp2,7 juta-Rp3 juta per bulan. Salah satunya adalah Ibu Idang, yang sebelumnya hanya mendapatkan Rp40.000-Rp50.000 per hari dari pekerjaan tani musiman. Kini, dengan menganyam purun di rumah, ia mendapatkan tambahan Rp80.000-Rp100.000 per hari.

Pendekatan Gaia Weave menempatkan purun bukan hanya sebagai bahan baku, tetapi sebagai penghubung antara ekonomi lokal dan perlindungan ekosistem. Dengan mengembangkan produk yang memiliki desain, standardisasi mutu, dan fungsi sesuai kebutuhan pasar, inisiatif ini membuka akses pasar yang lebih luas bagi keterampilan lokal. Hingga 2030, Gaia Weave menargetkan jejaring lebih dari 1.000 perajin di Kalimantan Selatan, sekaligus memperluas pasar ekspor dan kemitraan dengan sektor perhotelan premium. Perusahaan juga menyiapkan sistem pelacakan berbasis QR untuk transparansi asal material dan perjalanan produk.

Berita terkait