Marhaenisme Dinilai Relevan Jadi Perangkat Kritis Gen-Z Hadapi Tantangan Zaman
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Generasi Z dihadapkan pada berbagai tantangan yang bersumber dari kondisi struktural, seperti ketimpangan ekonomi, kecemasan iklim, dan eksploitasi kapitalisme berbasis data, bukan sekadar dari karakter pribadi. Menurut Airlangga Pribadi Kusman, dosen Ilmu Politik Universitas Airlangga, konsep Marhaenisme Bung Karno relevan menjadi perangkat kritis bagi Gen-Z untuk menghadapi realitas tersebut. Marhaenisme, kata dia, dapat membantu mempertahankan kritis dan rasionalitas di tengah kemunduran demokrasi dan penguatan supremasi sipil. Konsep ini juga dianggap sebagai jembatan dialektika untuk menggali struktur yang mengekang serta mendorong aksi sosial yang berpihak pada rakyat. Airlangga bersama Rocky Gerung menulis buku berjudul 'Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen-Z' (2026) yang menyampaikan gagasan ini secara lebih rinci. Forum Praksis seri ke-23 yang bertema 'Proklamasi Kemerdekaan, Marhaenisme, dan Gen-Z' digagas kolaborasi antara PRAKSIS, Yayasan Hatta, dan Yayasan Bung Karno, dan dihadiri oleh tokoh masyarakat seperti Halida Hatta dan Levana Taufan Sukarno.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.07
81 Tahun Merdeka, Aktivis Ajak Perkuat Keteladanan dan Nilai Kebangsaan
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 21.21
Refleksi Kemerdekaan, Himapolindo Ajak Mahasiswa Jadi Peredam Konflik
Berita terkait
Museum Pemilu Akan Dibuat Lebih Interaktif, Gen Z Jadi Sasaran
VOI · 2 September 2026 pukul 10.45
Halida Hatta Ajak Masyarakat Hidupkan Semangat Merdeka Berpikir
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 08.01
Memaknai Kemerdekaan di Tengah Perkembangan Penyiaran dan Jagat Media Sosial
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 16.33
Perempuan Perlu Diberi Ruang untuk Ambil Peran Strategis di Berbagai Bidang, Termasuk Ekonomi
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 20.25