Marina Mamonova, Perempuan Mengaku Tuhan yang Ingin Ukraina Jadi Panggung Kiamat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Marina Mamonova (lahir 1960 di Donetsk) adalah seorang mantan jurnalis Soviet yang pada 1990 mengaku menjadi Tuhan setelah mengalami kematian klinis selama aborsi. Dari peristiwa itu, dia bangun dan langsung mengucapkan 'Saya adalah Mesias!'. Perubahan hidupnya ini berkembang setelah bertemu Yuri Krivonogov, seorang mantan ilmuwan yang kemudian menjadi pengkhotbah dan pendiri Institut Jiwa Atma. Keduanya menikah dan mendirikan gerakan sektarian White Brotherhood, dengan Marina mengadopsi nama Maria Devi Khristos. Marina meninggalkan suami dan anaknya untuk mendukung gerakan ini.
White Brotherhood berkembang pesat di awal 1990-an, ketika Ukraina baru merdeka dari Uni Soviet. Gerakan ini menawarkan jawaban spiritual di tengah kemerosotan politik, ekonomi, dan krisis kepercayaan sosial. Mereka berbicara tentang kiamat, transformasi dunia, dan kedatangan zaman baru. Marina dan Krivonogov (dikenal sebagai John Swami) didukung oleh Vitaly Kovalchuk (John Peter II) dalam memimpin gerakan ini.
Kisah Marina mencerminkan fenomena sekte pasca-Soviet, ketika jutaan orang kehilangan pegangan ideologi dan mencari makna baru. White Brotherhood menjadi salah satu contoh ekstrim dari banyak gerakan spiritual yang muncul di kawasan bekas Uni Soviet pada periode transisi ini.
Bagikan
Berita terkait
Menko Polkam Minta jaga Perdamaian Aceh dan Papua, Hormati Simbol Negara
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 06.15
Kemerdekaan RI: Dari Medan Perang ke Meja Perundingan
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 06.10
Warga Diimbau Hentikan Aktivitas 3 Menit saat Indonesia Raya Berkumandang
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 06.08
Seskab Teddy: Tambahan 25 Ton Bantuan Korban Gempa Tiba di NTT
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 06.06