Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Masuk Kategori Sehat, Hutama Karya Jadi Tolak Ukur Danantara

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sedang melakukan transformasi besar terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor konstruksi dan infrastruktur yang saat ini mengalami kesulitan. Dony Oskaria, Chief Operating Officer BPI Danantara, menyatakan bahwa dari tujuh BUMN Karya, tiga di antaranya dianggap sehat yaitu Nindya Karya, Brantas Abipraya, dan Hutama Karya. Ketiganya akan terus dipantau dan dikelola agar tetap kuat. Sementara itu, empat BUMN lainnya menghadapi masalah keuangan serius dengan total utang konsolidasi mencapai Rp 180 triliun. Transformasi ini direncanakan selesai pada akhir 2026 dan dilakukan secara transparan serta berhati-hati. Danantara bekerja sama dengan berbagai lembaga seperti Kejaksaan, BPKP, Kemenkum, KPK, hingga Kemendagri untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Dalam transformasi ini, hanya tiga perusahaan yang akan tersisa karena banyaknya BUMN Karya tidak memberikan nilai tambah dan meningkatkan risiko. Hutama Karya menjadi salah satu acuan atau benchmark karena tidak memiliki masalah keuangan. Dony juga menekankan pentingnya pengelolaan yang hati-hati, terutama terkait proyek tol baru di Sumatra. Fokus utama transformasi adalah mengembalikan BUMN Karya pada bisnis inti sebagai kontraktor, tanpa lagi terlibat dalam bisnis tambahan seperti fiber optik, properti, air, atau hotel. Transformasi ini juga bertujuan mendukung pembangunan infrastruktur, termasuk proyek Tol Sumatra, melalui kerja sama dengan sektor swasta.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait