Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Media INKLUSIFA Mengudara, Angkat Perspektif Inklusivitas dan Keragaman

Media alternatif baru anggota Koalisi Media Alternatif (KOMA), INKLUSIFA, secara resmi diluncurkan pada Jumat, 25 September 2026, di ALP HUB, GAMA TOWER, Jakarta Selatan. Media ini fokus menyampaikan perspektif inklusivitas, keberagaman, kesetaraan, pemberdayaan, dan kepemimpinan inklusif ke ruang publik. Peluncuran dilakukan melalui acara INKLUSIFA TALK dengan tema "Inclusive Leadership: Strategi Memimpin dalam Keragaman untuk Membangun Organisasi Inklusif". Pemimpin Redaksi INKLUSIFA, Devi P.Wihardjo, menjelaskan bahwa media ini hadir sebagai platform dialog dan pertukaran gagasan, menggabungkan berbagai suara mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga masyarakat untuk membahas tantangan dan peluang membangun lingkungan yang lebih inklusif. INKLUSIFA juga meluncurkan buku seri pertama bertajuk "Inclusive Leadership: Strategi Memimpin dalam Keragaman untuk Membangun Organisasi Inklusif", yang ditulis oleh Lely Wahyuniar, Board Founder INKLUSIFA dan Leadership Coach. Buku ini menekankan bahwa inklusi tidak sekadar memasukkan individu ke dalam sistem yang sudah ada, tetapi menuntut perubahan pada sistem, budaya, kebijakan, dan cara kerja organisasi agar dapat mengakomodasi keberagaman yang ada. Dalam sesi utama, Lely Wahyuniar mengungkapkan bahwa banyak organisasi atau perusahaan memiliki anggota beragam namun tidak benar-benar inklusif, yang berpotensi menyebabkan favoritisme dan menciptakan iklim kerja yang tidak nyaman. Diskusi juga melibatkan Yan Wibisono, Associate Director of Human Resources & General Service dari sebuah perusahaan fast food besar di Indonesia, yang membagikan pengalaman menerapkan ruang kerja inklusif, termasuk penerimaan karyawan disabilitas dan penggunaan Key Performance Indicator (KPI) yang inklusif. Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas Republik Indonesia, Deka Kurniawan, menyambut baik peluncuran ini karena belum ada platform media yang fokus menyampaikan cerita tentang budaya pikir masyarakat Indonesia secara inklusif. Acara peluncuran INKLUSIFA juga dihadiri perwakilan dari Komisi Nasional Perempuan, Koalisi Media Alternatif, UNICEF, Kadin Indonesia, Remark Asia, BPOM, dan akademisi. INKLUSIFA merupakan hasil rebranding dari media sebelumnya bernama Existensil, yang sebelumnya menghadapi serangan digital dan pengambilalihan paksa akun Instagramnya. Hal ini menjadi momentum evaluasi dan perbaikan manajemen kearah yang lebih baik. INKLUSIFA berkomitmen menghadirkan berbagai perspektif dan cerita dari masyarakat, organisasi, dunia usaha, pemerintah, komunitas, dan para pemimpin perubahan.

Berita terkait