Medsos dalam Pandangan Al-Quran, Cermin Kualitas Keimanan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, memungkinkan penyebaran informasi, gagasan, kritik, dan hiburan dalam hitungan detik. Namun kemudahan ini juga membawa persoalan: banyak orang menjadi korban unggahan dan komentar sembarangan, sementara sebagian pengguna sengaja membuat konten kontroversial demi viral tanpa memikirkan dampaknya.
Dalam perspektif Islam, penggunaan media sosial berkaitan erat dengan keimanan. Dr. Ahmad Kusyairi Suhail, MA, Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI) dan Dosen Fakultas Dirasat Islamiyah, menjelaskan bahwa Al-Qur'an memberikan tuntunan menyikapi perkembangan teknologi informasi. Sebagai Ummatu'l Qur'an, seorang Muslim wajib menjadikan nilai Al-Qur'an sebagai pedoman berinteraksi di ruang digital. Prinsip utama yang diajarkan adalah tabayyun, yaitu memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya. Hal ini merujuk pada QS Al-Hujurat ayat 6 yang memerintahkan verifikasi berita dari sumber tidak dapat dipercaya agar tidak mencelakakan orang lain karena kecerobohan. Cara menerima dan menyebarkan informasi di media sosial merupakan bagian dari persoalan keimanan.
Bagikan
Berita terkait
Ketika Kepekaan Sosial Hilang, Ini Peringatan Al-Quran
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 05.15
5 Adab Bermedia Sosial dalam Islam, dari Tabayyun hingga Menebar Kebaikan
SINDOnews · 8 Agustus 2026 pukul 19.34
Ayat Al Quran dan Hadis tentang Wanita Akhir Zaman
SINDOnews · 22 September 2026 pukul 08.59
Dalil Muraqabah dalam Al-Quran dan Hadis, Merasa Selalu Diawasi Allah
SINDOnews · 16 September 2026 pukul 10.56