Megawati Ingatkan Etika AI: Jangan Sampai Kalahkan Akal Manusia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengingatkan pentingnya etika dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) agar tidak melampaui akal manusia. Dalam acara Science for Development Summit 2026 di Megawati Institute, Jakarta, ia membagikan pengalaman menjadi korban penyalahgunaan AI, yakni wajahnya dan keluarganya digunakan dalam iklan komersial penjualan kue tanpa izin. Megawati menyampaikan kekhawatiran terhadap penyalahgunaan AI untuk manipulasi dan penyebaran informasi bohong yang merugikan manusia.
Dalam sambutannya, Megawati memohon kepada para ilmuwan dan pengembang teknologi agar memastikan AI tidak berkembang tanpa kendali. Ia menekankan bahwa kecerdasan buatan tidak boleh melebihi otak manusia, sebab menurutnya, kecerdasan itu adalah anugerah Tuhan. Megawati juga mendorong agar pengembangan AI diarahkan untuk kepentingan kemanusiaan, seperti di bidang medis dan rekayasa genetika.
Megawati menyoroti pentingnya kritisisme terhadap teknologi dan data yang bisa menjadi alat hegemoni baru, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia. Ia meminta agar tanggung jawab kemanusiaan diutamakan agar kemajuan teknologi termasuk AI berorientasi pada kesetaraan antarbangsa.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 14.51
Megawati Minta AI Dikembangkan hingga Mampu Lampaui Otak Manusia
Berita terkait
IBM Builders Day 2026: Komdigi dan IBM Dorong Penguatan Ekosistem AI di Indonesia
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 15.20
Streamer Twitch Gugat Amazon, Tuding Kontennya Dipakai untuk Melatih AI Tanpa Izin
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 14.10
Apple Siapkan Daftar Tunggu untuk Siri AI di iOS 27
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 08.10
Saat Agen AI Bikin Onar, Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 22.00