Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Megawati: Kemajuan Iptek Jangan Jadi Alat Hegemoni Negara

Ketua Umum PDIP dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyampaikan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) seharusnya diarahkan untuk kepentingan manusia, bukan menjadi alat hegemoni negara. Hal ini disampaikan saat bertemu dengan 10 tokoh peraih Hadiah Nobel dan 4 tokoh penghargaan Turing, termasuk Presiden Timor Leste José Ramos-Horta, di kantor Megawati Institute, Jakarta, pada Jumat 28 Agustus 2023.

Dalam sambutannya, Megawati menekankan pentingnya mempertemukan kemajuan ilmu pengetahuan dengan tanggung jawab politik dan kemanusiaan. Menurutnya, tantangan saat ini bukan hanya keterbatasan pengetahuan dan teknologi, tetapi bagaimana kemajuan tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan umat manusia. Ia khusus menyinggung penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang harus selalu berada di pelayanan kemanusiaan.

Megawati juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan penguasaan data dapat menjadi instrumen kekuasaan antarnegara. Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat untuk tetap kritis terhadap pemanfaatan teknologi agar tidak menjadi alat hegemoni baru. Ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi, termasuk AI, perlu diimbangi dengan tanggung jawab kemanusiaan agar manfaatnya tidak hanya dinikmati oleh kelompok atau negara tertentu, melainkan berorientasi pada kesejahteraan antarbangsa.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait