Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Melihat Alat Pembayaran Pakai Sidik Jari Karya Mahasiswa UGM

Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dari berbagai jurusan mengembangkan alat pembayaran digital berbasis biometrik sidik jari bernama Polpay. Alat ini masih dalam bentuk prototipe dan menggabungkan sensor sidik jari dengan perangkat Electronic Data Capture (EDC), sehingga pengguna tidak perlu menggunakan kartu atau ponsel saat bertransaksi. Data biometrik diproses menggunakan edge computing dan dienkripsi dengan algoritma AES-256 sebelum dikirim ke server melalui protokol SSL/TLS. Tim mengklaim alat ini aman, nyaman, dan efisien, serta dirancang untuk mengatasi masalah seperti latency jaringan, risiko skimming kartu, dan ketergantungan pada QRIS yang membutuhkan koneksi internet. Polpay direncanakan untuk disediakan di toko-toko, di mana pengguna mendaftar melalui bank dan mendaftarkan dua sidik jari untuk keperluan verifikasi transaksi. Sistem ini juga dilengkapi dengan verifikasi OTP dinamis yang hanya bisa diakses pengguna melalui ponselnya sendiri sebagai lapisan keamanan tambahan. Ide pengembangan Polpay muncul dari diskusi tim terkait kebutuhan solusi pembayaran yang lebih cepat dan aman di Indonesia, terutama di luar Jawa yang masih mengalami ketidakstabilan jaringan internet.

Berita terkait