Melihat Alat Pembayaran Pakai Sidik Jari Karya Mahasiswa UGM
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dari berbagai jurusan mengembangkan alat pembayaran digital berbasis biometrik sidik jari bernama Polpay. Alat ini masih dalam bentuk prototipe dan menggabungkan sensor sidik jari dengan perangkat Electronic Data Capture (EDC), sehingga pengguna tidak perlu menggunakan kartu atau ponsel saat bertransaksi. Data biometrik diproses menggunakan edge computing dan dienkripsi dengan algoritma AES-256 sebelum dikirim ke server melalui protokol SSL/TLS. Tim mengklaim alat ini aman, nyaman, dan efisien, serta dirancang untuk mengatasi masalah seperti latency jaringan, risiko skimming kartu, dan ketergantungan pada QRIS yang membutuhkan koneksi internet. Polpay direncanakan untuk disediakan di toko-toko, di mana pengguna mendaftar melalui bank dan mendaftarkan dua sidik jari untuk keperluan verifikasi transaksi. Sistem ini juga dilengkapi dengan verifikasi OTP dinamis yang hanya bisa diakses pengguna melalui ponselnya sendiri sebagai lapisan keamanan tambahan. Ide pengembangan Polpay muncul dari diskusi tim terkait kebutuhan solusi pembayaran yang lebih cepat dan aman di Indonesia, terutama di luar Jawa yang masih mengalami ketidakstabilan jaringan internet.
Bagikan
Berita terkait
Cara Aktifkan Kartu Kredit Indonesia, Bisa Transaksi QRIS
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 09.40
Heboh Email Karyawan Lenyap Seketika Gara-Gara AI Ngamuk, Ngeri!
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 17.40
Data Sensus Ekonomi 2026 Bocor? Kepala BPS Bilang Begini
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 11.10
Ada Kemungkinan Data Sensus Ekonomi 2026 Bocor? Kepala BPS Bilang Begini
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 11.10