Jakarta · Minggu, 4 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Melihat Lagi Program Poliran Jenderal Suyudi dan Dampaknya untuk Ketahanan Pangan

Program Poliran (Polisi Peduli Pengangguran) dikembangkan oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto untuk mendukung kebijakan ketahanan pangan pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran. Awalnya digagas saat menjadi Kapolda Banten, program ini mengajak masyarakat dan anggota Polri untuk berpartisipasi di sektor pertanian, termasuk penanaman benih jagung. Tujuannya adalah mengatasi pengangguran tinggi yang berpotensi memicu kriminalitas dan masalah sosial.

Polda Banten membentuk Balai Poliran yang menyelenggarakan pelatihan bagi anggota Polri dan masyarakat, dengan fokus pada tiga sektor: industri, ketahanan pangan, dan lingkungan hidup. Pelatihan meliputi kewirausahaan, pengolahan limbah, peternakan, hidroponik, dan pembuatan pupuk. Program ini juga mendukung inovasi seperti penggunaan eco-enzyme dari sampah organik, pembudidayaan kelinci, dan teknologi irigasi surya serta Watergen untuk menghasilkan air bersih.

Dalam kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Universitas Lambung Mangkurat, Polri berhasil meningkatkan produktivitas lahan di Kalimantan Selatan hingga 8 ton per hektare. Selain itu, 18 unit gudang ketahanan pangan Polri di 12 provinsi telah selesai dibangun dengan kapasitas total 18 ribu ton, siap untuk menyimpan hasil pertanian seperti jagung.

Berita terkait