Melihat Lagi Program Poliran Jenderal Suyudi dan Dampaknya untuk Ketahanan Pangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Program Poliran (Polisi Peduli Pengangguran) dikembangkan oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto untuk mendukung kebijakan ketahanan pangan pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran. Awalnya digagas saat menjadi Kapolda Banten, program ini mengajak masyarakat dan anggota Polri untuk berpartisipasi di sektor pertanian, termasuk penanaman benih jagung. Tujuannya adalah mengatasi pengangguran tinggi yang berpotensi memicu kriminalitas dan masalah sosial.
Polda Banten membentuk Balai Poliran yang menyelenggarakan pelatihan bagi anggota Polri dan masyarakat, dengan fokus pada tiga sektor: industri, ketahanan pangan, dan lingkungan hidup. Pelatihan meliputi kewirausahaan, pengolahan limbah, peternakan, hidroponik, dan pembuatan pupuk. Program ini juga mendukung inovasi seperti penggunaan eco-enzyme dari sampah organik, pembudidayaan kelinci, dan teknologi irigasi surya serta Watergen untuk menghasilkan air bersih.
Dalam kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Universitas Lambung Mangkurat, Polri berhasil meningkatkan produktivitas lahan di Kalimantan Selatan hingga 8 ton per hektare. Selain itu, 18 unit gudang ketahanan pangan Polri di 12 provinsi telah selesai dibangun dengan kapasitas total 18 ribu ton, siap untuk menyimpan hasil pertanian seperti jagung.
Bagikan
Berita terkait
PATS Diresmikan di Samosir, Vandiko Harap Produktivitas Petani Meningkat
Detik.com · 3 Oktober 2026 pukul 14.20
Kisah SD Negeri Purwosari Sleman Sulap 600 Galon Bekas Jadi Kebun Sayur
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 15.39
Produksi Beras September-November 2026 Berpotensi Turun
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 15.26
Pendataan e-RDKK 2027 Dibuka hingga 25 Oktober, Kementan Pastikan Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran
SINDOnews · 1 Oktober 2026 pukul 13.54