Memahami Dunia Keamanan Siber dan Kecerdasan Buatan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Teknologi digital yang pesat mengubah cara manusia berinteraksi dengan informasi, menuntut pemahaman mendalam tentang keamanan siber dan kecerdasan buatan (AI). Di Indonesia, 89 persen perusahaan belum siap menghadapi serangan siber, sementara AI mempercepat kompleksitas ancaman. Untuk menjawab tantangan ini, School of Computer Science Binus University menggelar CIPHER 2026, festival yang menggabungkan dunia keamanan siber dan AI. Festival ini menampilkan Hive Cyber Security dengan tiga area praktis serta tiga pilar penerapan AI. Mahasiswa di BINUS @Bekasi diperkenalkan program AI, dan universitas juga menyelenggarakan beasiswa penuh untuk tahun ajaran 2027/2028 di kampus berbasis Transformasi Digital & AI Experience. Kolaborasi dengan SAP dalam konferensi APAC 2026 menyiapkan talenta digital untuk era Autonomous Enterprise. Di sisi lain, Google merilis pembaruan darurat Chrome untuk mencetak celah zero-day CVE-2026-85046, sementara Kaspersky GReAT mengidentifikasi kampanye malware GoSerpent yang menargetkan entitas diplomatik di Asia Tenggara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 17 September 2026 pukul 14.15
AI Makin Canggih, Belajar Keamanan Siber Tak Cukup dari Teori
Berita terkait
CIPHER 2026 Temukan Dunia Keamanan Siber dan Kecerdasan Buatan
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 15.23
Kompetisi Informatika Nasional Lahirkan Talenta Digital Inovatif
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 21.38
OpenAI Temukan Aktivitas Agen AI Berbahaya untuk Perangkat Lunak
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 11.20
Dunia Dalam Bahaya Besar, Masa Depan Manusia Dipertaruhkan
CNBC Indonesia · 13 September 2026 pukul 09.45