Jakarta · Kamis, 17 September 2026Cari
WargaKonoha

Membaca Retaknya Hubungan Aljazair dan UEA

Pemerintah Aljazair memutuskan hubungan diplomatik dengan UEA pada 10 September 2026 setelah lima dekade hubungan, akibat akumulasi perselisihan geopolitik. Keputusan diambil karena UEA menyimpang dari tuntutan Aljazair, termasuk membuka konsulat di Laayoune (Sahara Barat) dan memperkuat kemitraan dengan Israel serta Maroko. Retorika Presiden Aljazair Tebboune yang tajam, termasuk menuding UEA melanggar kedaulatan, memperlihatkan penurunan toleransi. Pemerintah Aljazair juga menutup ruang udara bagi pesawat UEA, meski penerbangan komersial di Bandara Aljir masih diizinkan hingga akhir 2026. Nilai perdagangan 2024 mencapai 605 juta USD impor dan 73 juta USD ekspor, relatif tidak besar. UEA menyatakan harapan keputusan bersifat sementara, membuka ruang rekonsiliasi. Krisis ini mencerminkan perubahan tatanan kekuatan di Afrika Utara, dengan Aljazair menekankan kedaulatan, non-intervensi, dan penolakan terhadap pengaruh eksternal.

Berita terkait