Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Membawa Nilai Tambah ke Timur

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) meluncurkan 16 Klinik Halal di Ambon pada 21 Agustus 2025, bertujuan mendampingi 300 UMKM di 16 kabupaten/kota tujuh provinsi Maluku dan Papua. Klinik ini mendukung pelaku usaha kecil memenuhi standar sertifikasi halal yang akan wajib berlaku pada 18 Oktober 2026, sekaligus membuka akses ke pasar formal seperti ritel modern dan ekspor. Sertifikasi halal dianggap instrumen kunci agar pelaku usaha kecil keluar dari pasar informalan yang melemahkan posisi tawar mereka.

Pada pertemuan yang sama, BPPSDM KP juga meresmikan Bridge and Engine Simulator di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Ambon untuk meningkatkan kompetensi awak kapal perikanan skala kecil. Fasilitas ini mendukung sertifikasi Ahli Nautika Kapal Perikanan (ANKAPIN) dan Ahli Teknika Kapal Perikanan (ATKAPIN), sekaligus memenuhi kewajiban Indonesia dalam International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Fishing Vessel Personnel 1995 (STCW-F).

Kedua inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem ekonomi di Indonesia Timur melalui hilirisasi sumber daya lokal. Program serupa meliputi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Kawasan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu (2.150 hektare, 52.800 ton udang/tahun), dan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao. Fokus utama adalah memastikan nilai tambah tidak hanya tercipta di luar wilayah, tetapi juga memberdayakan masyarakat pesiscolokasi sumber daya.

Berita terkait