Jakarta · Sabtu, 12 September 2026Cari
WargaKonoha

Menag: MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, tidak hanya sek Sebagai ajang kompetisi bagi umat Islam, tetapi telah bertransformasi menjadi pesta rakyat yang menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang agama. Dalam acara Malam Ta'aruf MTQ Nasional XXXI yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Jumat malam, 11 September 2026, Nasaruddin menyatakan bahwa kemeriahan MTQ di Indonesia membuktikan nilai-nilai Al-Qur'an mampu menghadirkan kegembiraan dan mempererat persaudaraan seluruh elemen bangsa. Ia juga mencontohkan praktik toleransi serupa di daerah lain, seperti keterlibatan umat Muslim dalam Pesparawi di Manokwari, dan partisipasi paduan suara gereja yang menyanyikan Mars MTQ di Sulawesi Utara.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan kesiapan penuh provinsi tersebut setelah terakhir kali menjadi tuan rumah pada 1979. Penyelenggaraan MTQ Nasional 2026 diharapkan tidak hanya sukses secara syiar, tetapi juga memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Jawa Tengah. Sekretaris Umum LPTQ Nasional, Muchlis Muhammad Hanafi, menjelaskan bahwa MTQ tahun ini menghadirkan inovasi berupa eksibisi cabang tilawah bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara. Kompetisi mencakup berbagai tingkatan usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa, dengan materi lomba hafalan 1 hingga 30 juz serta tafsir Al-Qur'an dalam tiga bahasa.

Dari sisi ekonomi, Gubernur Ahmad Luthfi melaporkan bahwa kehadiran ribuan tamu telah memberikan stimulus bagi sektor pariwisata di Semarang. Okupansi hotel dilaporkan penuh dan jasa penyewaan kendaraan mengalami lonjakan pesanan. Ia juga menyebutkan kehadiran Gubernur Bengkulu, Kalimantan Utara, dan Papua Barat Daya dalam acara tersebut, dengan rencana 17 gubernur akan menghadiri pembukaan. Kementerian Agama memutuskan untuk menyelenggarakan MTQ Nasional setiap tahun untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi daerah menjadi tuan rumah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait