Menag sebut ekosistem ekonomi syariah harus dibangun dengan kepatuhan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa penguatan ekonomi syariah Indonesia harus didasarkan pada ekosistem yang terintegrasi dan mematuhi prinsip syariah (sharia compliance). Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara "Shariah-Intelligence: Navigating the Future of Islamic Finance through AI and Digital Innovation" di Jakarta. Menurutnya, potensi ekonomi umat yang besar belum sepenuhnya terhubung dalam satu sistem yang saling mendukung, sehingga perlu kolaborasi antar organisasi, pelaku usaha, dan startup syariah.
Nasaruddin menjelaskan bahwa berbagai instrumen ekonomi syariah harus disatukan agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara optimal. Ia juga menekankan pergeseran paradigma pengembangan ekonomi syariah, yang tidak lagi hanya fokus pada keuntungan dan aset, tetapi juga pada manfaat bagi masyarakat dan lingkungan melalui konsep Quadruple Bottom Line (profit, people, planet, dan spiritual).
Menanggapi kasus investasi syariah yang mencurigakan, Menag mengajak seluruh pelaku industri untuk memperkuat kepatuhan terhadap prinsip syariah. Kolaborasi dengan lembaga seperti MUI, BWI, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah diperlukan untuk memastikan praktik ekonomi benar-benar sesuai dengan prinsip syariah. Ia juga mengajak umat beragama untuk mengoptimalkan instrumen kedermawanan seperti zakat, infak, dan filantropi keagamaan guna memperkuat penanganan kemiskinan.
Bagikan
Berita terkait
Menuju 70 Tahun Astra: Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 10.00
Malaysia Incar Konsumen Indonesia untuk Plastic Surgery
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 07.00
HUT RI ke-81, Paramount Petals Dorong Masyarakat Lebih Aktif dan Produktif
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 21.49
Ekraf Mania Festival 2026 Perkuat Kolaborasi Pelaku Ekraf di NTB
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 21.27