Menag sebut ekosistem ekonomi syariah harus dibangun dengan kepatuhan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa penguatan ekonomi syariah Indonesia harus didasarkan pada ekosistem yang terintegrasi dan mematuhi prinsip syariah (sharia compliance). Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara "Shariah-Intelligence: Navigating the Future of Islamic Finance through AI and Digital Innovation" di Jakarta. Menurutnya, potensi ekonomi umat yang besar belum sepenuhnya terhubung dalam satu sistem yang saling mendukung, sehingga perlu kolaborasi antar organisasi, pelaku usaha, dan startup syariah.
Nasaruddin menjelaskan bahwa berbagai instrumen ekonomi syariah harus disatukan agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara optimal. Ia juga menekankan pergeseran paradigma pengembangan ekonomi syariah, yang tidak lagi hanya fokus pada keuntungan dan aset, tetapi juga pada manfaat bagi masyarakat dan lingkungan melalui konsep Quadruple Bottom Line (profit, people, planet, dan spiritual).
Menanggapi kasus investasi syariah yang mencurigakan, Menag mengajak seluruh pelaku industri untuk memperkuat kepatuhan terhadap prinsip syariah. Kolaborasi dengan lembaga seperti MUI, BWI, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah diperlukan untuk memastikan praktik ekonomi benar-benar sesuai dengan prinsip syariah. Ia juga mengajak umat beragama untuk mengoptimalkan instrumen kedermawanan seperti zakat, infak, dan filantropi keagamaan guna memperkuat penanganan kemiskinan.
Bagikan
Berita terkait
Koperasi Ekspor Merah Putih Diresmikan, MES Jateng Didorong Naik Kelas
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 21.08
Gubernur Ahmad Luthfi Minta MES Jateng Gerakkan Sektor UMKM
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 20.18
Cucun Ahmad Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Pemulihan NTT
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 19.53
Gandeng UI, Advokat Ingin Wujudkan Pendidikan Berkualitas
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 19.00