Mencegah Dampak Buruk El Nino, Dari Efisiensi Air Hingga Kewaspadaan ISPA
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Fenomena El Nino menyebabkan kenaikan suhu permukaan air laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur, berpotensi menciptakan kekeringan di wilayah Indonesia. Dosen Geofisika UPN Veteran Yogyakarta Suharsono menyatakan bahwa wilayah di selatan garis ekuator seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur berisiko mengalami dampak yang lebih kering, sementara wilayah utara ekuator masih berpeluang mendapat hujan meskipun dengan curah hujan di bawah rata-rata tahunan. Untuk meminimalisasi kerugian dan ancaman kesehatan akibat kekeringan ekstrem, masyarat diajak menerapkan langkah antisipasi, yaitu: menghentikan kegiatan yang memicu kebakaran seperti pembakaran sampah sembarangan, menghemat air bersih sebagai prioritas harian, serta membantu wilayah yang ber surplus pasokan air kepada daerah yang mengalami krisis air.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 15.32
Papua Waspadai Ancaman Karhutla hingga November 2026
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 15.27
BMKG Bandung Prediksi Puncak El Nino 2026 di Jabar Berlangsung pada September-Oktober
JawaPos · 29 Agustus 2026 pukul 21.15
Kemarau Diprediksi Terjadi Lebih Lama, Pengelolaan Air Perlu Dilakukan Secara Terukur
Berita terkait
Foto: Kemarau Makin Kering, Sawah di Bogor Mulai Kehilangan Air
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 14.24
Dampak El Nino, BMKG Prediksi Musim Hujan Baru Terjadi November 2026
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 19.30
BMKG Prediksi Puncak Kemarau Jawa Barat Terjadi September-Oktober 2026
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 18.00
Dampak El Nino Kuat, BMKG Ingatkan Puncak Kemarau di September dan Oktober
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 16.49