Mendikdasmen: Sastra berperan bentuk karakter murid
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyatakan bahwa sastra berperan penting dalam membentuk karakter, mengembangkan kecerdasan emosional, dan memperkuat literasi siswa. Ia menekankan bahwa pendidikan mencakup olahraga, emosional, intelektual, dan spiritual, serta memerlukan ruang terintegrasi untuk berkembang. Siswa, menurutnya, memerlukan lebih banyak kesempatan untuk berekspresi dan berimajinasi, termasuk melalui media digital. Teknologi tidak boleh dianggap sebagai penghalang; sebaliknya, platform digital dapat menjadi sarana baru bagi generasi muda untuk berkarya, seperti puisi digital, melalui Rumah Pendidikan dan Majalah Literasi kementerian. Upaya ini selaras dengan kebijakan Pembelajaran Mendalam yang memfokuskan kurikulum dan mendorong siswa untuk membaca serta menulis melalui tugas yang lebih kontekstual. Untuk mendukung hal ini, Badan Pengembangan Bahasa akan mendistribusikan sekitar 5,5 juta buku bacaan non-teks ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia guna memperkaya bahan bacaan dan memperluas imajinasi siswa.
Bagikan
Berita terkait
Generasi Tidak Lahiran dari Nasihat
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 11.00
Kunjungi Kontingen Jateng di Jamnas, Gubernur Luthfi: Pramuka Mencetak Pemimpin Masa Depan
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 07.57
Sambut 7.000 Mahasiswa Baru, Kenalkan Identitas dan Panggilan Hidup melalui UPH Festival 2026
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 19.49
Abdul Mu'ti Pastikan Penulisan Ulang Buku Teks Sekolah untuk Tingkatkan Muatan STEM
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 18.53